Sabtu, 31 Oktober 2020 22:30

​Bupati Tuban: Kilang Minyak Pertamina-Rosneft Harus Pekerjakan Warga Ring 1

Senin, 16 Januari 2017 22:56 WIB
​Bupati Tuban: Kilang Minyak Pertamina-Rosneft Harus Pekerjakan Warga Ring 1
Fathul Huda

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Bupati Tuban, H. Fathul Huda menegaskan bahwa kilang minyak baru di Tuban, yang saat ini baru mulai proses pembangunan, harus memperkerjakan warga ring 1.

Pembangunan kilang minyak itu dikerjakan Rosneft Oil Company dan Pertamina.

Bahkan, Fathul Huda enggan apabila menunggu pabrik tersebut berdiri. Ia meminta agar sejak proses pembangunan yang saat ini dalam proses pembebasan lahan di Kecamatan Jenu, Rosneft dan Pertamina juga merekrut warga sekitar.

"Meski itu baru tahap pembangunan proyek, tetap kalau bisa bisa warga ring 1 harus dilibatkan," ujar Bupati yang berlatarbelakang Nahdlatul Ulama (NU) ini saat dikonfirmasi BANGSAONLINE.com, Senin (16/1).

Pelibatan warga Tuban dalam pembangunan ini, kata Huda, agar angka pengangguran mengalami penurunan. Ia juga meminta agar nantinya warga dibuatkan sentra ekonomi di sekitar perusahaan.

"Dengan adanya perusahaan Rosneft di situ, diharapkan nantinya pertumbuhan ekonomi juga bisa meningkat. Karena warga sekitar bisa memanfaatkan peluang usaha di sekitar wiyalah itu," terang Bupati yang juga Wakil Ketua PWNU Jawa Timur itu.

Tak hanya itu, Huda juga mengingatkan soal warga terdampak pembangunan maupun aktivitas Kilang Minyak, agar nantinya diberikan ganti rugi atau tali asih.

"Bagi warga yang kehilangan lahan sebaiknya diberi pekerjaan pengganti. Bisa mengganti pekerjaannya dengan usaha ternak maupun kegiatan yang lainnya. Meski warga menggarap di lahan perhutani, tetap saja para warga diarahkan pada kegiatan lain yang penghasilannya sama ketika menjadi petani," pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Mega Proyek Pengolahan dan Petrokimia PT Pertamina, Rachmad Hardadi menjelaskan bahwa pembangunan kilang minyak kerjasama antara Pertamina dan Rosneft Oil Company akan membutuhkan tenaga kerja sekitar 35 ribu sampai 50 ribu orang. Proyek ini akan dimulai pada Juni mendatang.

Ia berjanji akan mengutamakan tenaga kerja lokal. "Tenaga kerja proyek pembangunan kilang minyak akan kita prioritaskan tenaga kerja lokal," kata Rachmad Hardadi

Ia membeberkan, proyek pembangunan kilang minyak terbesar se-Indonesia tersebut dipastikan dapat menimbulkan multiplayer efek yang tidak sedikit. Misalnya, seperti usaha kuliner, kos-kosan, laundry, dan berbagai usaha lainnya.

"Nanti setelah berdiri pasti akan berdampak positif bagi masyarakat Tuban, khususnya sekitar perusahaan," terangnya. (wan/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Sabtu, 31 Oktober 2020 19:03 WIB
BATU, BANGSAONLINE.com - Libur cuti bersama menyambung akhir pekan (long weekend) Oktober 2020 ini dimanfaatkan masyarakat mengunjungi beberapa tempat wisata. Salah satunya di Kota Wisata Batu.Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa pun memantau la...
Senin, 12 Oktober 2020 19:15 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) minta para kepala daerah meniru Jawa Timur dan Sulawesi Selatan dalam menangani Covid-19. Dua provinsi tersebut – menurut Jokowi - mampu menekan angka kasus Covid-19."Saya mencata...
Kamis, 22 Oktober 2020 10:40 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*34. wakaana lahu tsamarun faqaala lishaahibihi wahuwa yuhaawiruhu anaa aktsaru minka maalan wa-a’azzu nafaraandan dia memiliki kekayaan besar, maka dia berkata kepada kawannya (yang beriman) ketika bercakap-ca...
Sabtu, 31 Oktober 2020 10:28 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...