Selasa, 22 Mei 2018 17:17

Khozin, Pengusaha Asal Gresik, Minta Investor dan Tenaga Kerja Asing Tak 'Diganggu'

Rabu, 11 Januari 2017 09:05 WIB
Khozin, Pengusaha Asal Gresik, Minta Investor dan Tenaga Kerja Asing Tak
Khozin Ma'sum, pengusaha asal Gresik.

GRESIK,BANGSAONLINE.com - Lesunya ekonomi Indonesia saat ini menimbulkan keprihatian berbagai kalangan. Terlebih kalangan pengusaha di Kabupaten Gresik.

Pengusaha asal Gresik, H. Khozin Ma'sum misalnya. Dia mengaku sangat mendukung kebijakan pemerintah Presiden RI ke-7, Joko Widodo yang membuka keran selebar-lebarnya untuk investor asing.

"Saya sangat setuju kebijakan Presiden tersebut demi menumbuhkan perekonomian nasional," ujar Khozin kepada BANGSAONLINE.com, Rabu (11/1).

Menurut dia, masuknya investor asing itu bukan merupakan ancaman terhadap keberadaan negara. "Sebab, mereka datang atau masuk ke Indonesia dengan menginvestasikan usahanya di Indonesia, jelas akan menguntungkan Indonesia. Ekonomi bangsa akan terus tumbuh," jelas pendiri RGS (Relawan Gerakan Sosial) Kabupaten Gresik ini.

Untuk itu, Khozin meminta agar masuknya investor asing ke Indonesia tidak terlalu diintervensi. Sebab, keberadaan mereka nantinya juga bermanfaat bagi tenaga kerja pribumi (lokal).

"Bahkan, tenaga lokal juga akan bisa jadi karyawan tetap di perusahaan tersebut," sambungnya.

Pada kesempatan ini, Khozin juga meminta agar keberadaan TKA (tenaga kerja asing) yang dibawa para investor asing tidak diganggu. "Sejauh keberadaan mereka legal (resmi) dan telah memenuhi protap (prosedur tetap) yang telah ditentukan, tidak ada persoalan TKA masuk ke Indonesia yang dibawa para investor asing tersebut. Wong mereka yang memiliki skillnya," dalihnya.

Pada prinsipnya, tambah Khozin, status TKA yang masuk dan bekerja di Indonesia sama dengan TKI (tenaga kerja Indonesia) yang bekerja di luar negeri seperti Malaysia, Singapura,Hongkong, Arab Saudi, Qatar dan negara lainnya.

"Bagi mereka yang legal kan gak ada persoalan di negara bersangkutan. Sama dengan TKA di Indonesia. Mereka yang legal dan sesuai protap kan juga gak ada persoalan. Semuanya kan untuk kebaikan bangsa, untuk pertumbuhan ekonomi," pungkasnya. (hud/dur)

Kamis, 17 Mei 2018 15:54 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*AHAD pagi itu, 13 Mei 2018, saya bergumul dalam cengkerama keluarga usai menjalankan Shalat Subuh berjamaah di Masjid Ar-Rahman, Western Regency, Surabaya, yang semalamnya (Sabtu, 12 Mei 2018) diresmikan. Sambil menikmati d...
Minggu, 20 Mei 2018 12:10 WIB
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   Wa-aataynaa muusaa alkitaaba waja’alnaahu hudan libanii israa-iila allaa tattakhidzuu min duunii wakiilaan (2).Dzurriyyata man hamalnaa ma’a nuuhin innahu kaana ‘abdan syakuuraan (3).Minggu-...
Sabtu, 19 Mei 2018 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Senin, 14 Mei 2018 00:06 WIB
Pantai Kramat Banyuwangi yang mau dijadikan destinasi wisata.BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kelompok Nelayan Al Karomah bersama pemuda-pemudi Kertosari menggelar kegiatan bersih-bersih Pantai Kramat, Minggu (13/5). Kegiatan bersih-bersih pantai ...