Selasa, 28 Februari 2017 05:38

Harga Cabai Tinggi, Bulog Gelar Operasi Pasar

Rabu, 11 Januari 2017 00:11 WIB
Harga Cabai Tinggi, Bulog Gelar Operasi Pasar
Bulog Subdivre II Surabaya Selatan menggelar operasi pasar di depan kantor, Selasa (10/1).

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Melejitnya harga cabai hampir di semua daerah, termasuk Mojokerto, membuat Bulog menggelontornya dengan operasi pasar. Operasi yang disebut Stabilitasi Harga Pangan (SHP) itu menggelontor sekitar 20 kg cabai dengan harga Rp 35 ribu per kg.

Wakil Kepala Bulog Sub Divre II Surabaya Selatan, Anita Andreani menjelaskan, sebenarnya Bulog sudah menggelontor operasi pasar sejak beberapa hari lalu. Namun karena sejak beberapa hari ini harga cabai sudah melebihi Rp 100 ribu per kg, maka operasi pasar harus dilakukan.

"Operasi pasar memang dilakukan hingga harga cabai menurun," ujarnya kepada wartawan, Selasa (10/1).

Dalam operasi pasar yang digelar di depan kantor bulog Jl RA Basuni Kabupaten Mojokerto ini, pihaknya mengambil cabai hijau dari petani yang ada di sekitar Kecamatan Jetis.

Operasi pasar ini hanya mengambil 20 kg per hari agar stok segera habis dan cabai tak ada yang busuk. "Memang sengaja tak menggelontor dengan stok terlalu banyak agar tak mubazir kalau tak habis hari ini," paparnya.

Selain cabai, Bulog juga menjual beberapa bahan pokok seperti beras yang dijual dengan harga Rp 8000 per kg, lalu gula Rp 12.300 per kg, tepung terigu Rp 7000 per kg dan minyak goreng Rp 26 ribu per kg.

Seorang pembeli di Bulog, Diah Utami (52) warga Desa/Kecamatan Sooko mengaku jengkel dengan harga cabai yang terus melonjak beberapa hari ini. Untuk harga cabai rawit di pasaran, saat ini mencapai Rp 85-100 ribu per kg dan cabai lalapan Rp 50 ribu per kg.

"Ini terlalu mahal, apalagi orang kan banyak makan lombok. Sebelum naik harganya hanya Rp 35-40 ribu," paparnya.

Akibat kenaikan itu, dia mengaku harus rela mengurangi konsumsi cabai di keluarganya. Dari rata-rata per hari 1 ons menjadi 0,5 ons. "Harapan saya harus harga paling rendah, karena ekonomi sulit begini. Dulu sebelum naik Rp 35-40 ribu," ujarnya.

Makanya, ketika bulog menggelontor dengan harga yang separuh harga pasar, dia bisa membeli cabai hingga 1,5 kg. "Harganya memang selisih Rp 15 ribu dengan harga pasar," pungkasnya. (ris/dur)

tag :
  • bulog-surabaya-selatan
  • ekonomi-mojokerto
Sabtu, 25 Februari 2017 23:33 WIB
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie MAg. . .   BANGSAONLINE.com - Man kafara biallaahi min ba’di iimaanihi illaa man ukriha waqalbuhu muthma-innun bial-iimaani walaakin man syaraha bialkufri shadran fa’alayhim ghadhabun mina allaahi walahum...
Minggu, 26 Februari 2017 11:42 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Kamis, 23 Februari 2017 16:59 WIB
TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Arumi Bachsin, artis sinetron dan film nasional, kini namanya dipatenkan dalam sebuah produk kerajinan batik Trenggalek. Pemberian nama batik Arumi sengaja dipilih oleh Pemkab Trenggalek untuk mendongkrak usah...