Pipa gas milik PT. PGN yang diletakkan warga di tengah jalan. foto: istimewa
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Kekesalan warga Pantura (pantai utara), yakni Kecamatan Manyar, Bungah, Sidayu, Ujungpangkah dan Panceng atas kerusakan jalan daendels yang tak kunjung diperbaiki tampaknya kian memuncak.
Bahkan kekesalan warga di sana mulai tak terkendali. Mereka menumpahkan kekesalannya mulai dangan menanam pepohonan di tengah jalan rusak hingga meletakkan pipa gas milik PT. PGN (Perusahaan Gas Negara) membentang di tengah jalan. Pipa gas milik PGN berdiameter besar itu digelindingkan warga di tengah jalan, tepatnya di Desa Betoyo Kecamatan Manyar. Tak pelak, hal ini mengakibatkan kemacetan.
BACA JUGA:
- Minta BBPJN Lakukan Perbaikan, Satlantas Polres Gresik Tandai Lubang di Jalan Raya Daendels
- Jalan Rusak di Brangkal-Jombangdelik, Warga Desak Pemkab Gresik Segera Perbaiki
- Tinjau Jalan Rusak di Ngampel, Dewan Minta DPUTR Gresik Bangun TPT
- Wakil Ketua DPRD Gresik ini Desak Perbaikan Jalan Rusak di Menganti dan Kedamean
"Warga sudah kesal pak. Jalan Pantura yang rusak tak kunjung diperbaiki. Mereka akhirnya menanam pohon di tengah jalan," kata Nur Rahman, warga Kecamatan Manyar, Senin (2/1).
Polisi yang sedang jaga lalu lintas dibantu warga lalu menepikan pipa gas tersebut agar tidak makin menimbulkan kemacetan.
Saat ini PGN tengah mengerjakan proyek penanaman pipa gas di pantura. Proyek tersebut ditengarai sebagai penyebab kerusakan jalan. Ditambah, lalu lalang kendaraan besar yang muatannya melebihi tonase.
Selasa (20/12) lalu ribuan warga Pantura yang mengatasnamakan FMGP (Forum Masyarakat Gresik Peduli) sudah menggelar aksi demo di gedung DPRD Gresik, di Jalan Wachid Hasyim, Gresik dan Pemkab Gresik di jalan Dr. Wahidin SH. Mereka mendesak Pemkab Gresik dan DPRD agar menyikapi serius persoalan tersebut.






