Jumat, 20 September 2019 05:05

Berburu Telolet, Malah Bahayakan Keselamatan

Selasa, 27 Desember 2016 11:13 WIB
Editor: choirul
Wartawan: dicky
Berburu Telolet, Malah Bahayakan Keselamatan

BANYUMAS, BANGSAONLINE.com - Sejumlah remaja pemburu ‘telolet’ justru berkerumun di berbagai titik tepi jalan. Mereka bergerombol, menanti bus dan truk yang melintasi. Setiap kali ada truk dan bus yang melintas, mereka akan berteriak dan mengacunkan ponsel dan poster sederhana bertuliskan: Om Telolet Om.

Sejumlah kalangan termasuk orang tua dan tokoh masyarakat justru khawatir dengan aksi anak-anak pemburu klakson bus. Pasalnya dengan aksi mereka saat ini di tepi jalan, terbilang cukup berbahaya. Bukan cuma bus dan truk, tetapi juga mobil. Apalagi untuk berburu bunyi klakson mobil, mereka akan berteriak, hingga mengejar bus agar si pengemudi membunyikan klakson mobilnya.

“Mereka ada yang berdiri seharian penuh bergerombol membawa poster hingga ponsel untuk memburu bunyi klakson bus atau truk. Padahal di tengah situasi padat kendaraan saat ini, aksi mereka di jalanan ini memang berbahaya. Bayangkan jika mereka sampai terserempet kendaraan,” kata Suwondo Sekcam Sokaraja.

Terkait fenomena ini, pengamat budaya populer dari Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Sulyana Dadan mengatakan, fenomena pemburu klakson bus ini merupakan bagian dari hasil budaya populer perkembangan teknologi informasi. Fenomena ‘klakson’ yang bisa memancing ekspresi kebahagiaan ini populer karena ekses dari media sosial (medsos) yang ada saat ini.

“Ini memang menjadi karakter budaya populer, cepat muncul tapi nantinya juga akan cepat menghilang. Kalau masih wajar maka biarkan saja, anak-anak menikmati kegembiaraan yang ada saat ini,” kata pengajar Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Unsoed Purwokerto tersebut.

Yang perlu diperhatikan dan disikapi adalah ketika fenomena budaya populer tersebut mulai mengarah ke situasi yang membahayakan atau negatif. Fenomena ‘pemburu suara klakson bus’ ini, menurut Dadan, tak berbeda jauh dengan fenomena pemburu monster pocket dalam permainan Pokemon Go beberapa waktu lalu. Perburuan monster dunia maya ini dianggap berbahaya. Karena sejumlah pemburunya sampai lupa ruang waktu hingga akhirnya berujung pada kecelakaan.

“Fenomena Om Telolet Om ini pun cukup berbahaya jika nantinya berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas. Bayangkan jika di tengah ketersendatan dan kemacetan jalan nasional di Ajibarang-Pekuncen, banyak anak-anak pemburu klakson ini beraksi. Ini yang perlu diwaspadai oleh semua pihak termasuk orang tua dan pemerintah,” katanya.

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Jumat, 13 September 2019 23:27 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...