Sabtu, 16 November 2019 08:04

Berburu Telolet, Malah Bahayakan Keselamatan

Selasa, 27 Desember 2016 11:13 WIB
Editor: choirul
Wartawan: dicky
Berburu Telolet, Malah Bahayakan Keselamatan

BANYUMAS, BANGSAONLINE.com - Sejumlah remaja pemburu ‘telolet’ justru berkerumun di berbagai titik tepi jalan. Mereka bergerombol, menanti bus dan truk yang melintasi. Setiap kali ada truk dan bus yang melintas, mereka akan berteriak dan mengacunkan ponsel dan poster sederhana bertuliskan: Om Telolet Om.

Sejumlah kalangan termasuk orang tua dan tokoh masyarakat justru khawatir dengan aksi anak-anak pemburu klakson bus. Pasalnya dengan aksi mereka saat ini di tepi jalan, terbilang cukup berbahaya. Bukan cuma bus dan truk, tetapi juga mobil. Apalagi untuk berburu bunyi klakson mobil, mereka akan berteriak, hingga mengejar bus agar si pengemudi membunyikan klakson mobilnya.

“Mereka ada yang berdiri seharian penuh bergerombol membawa poster hingga ponsel untuk memburu bunyi klakson bus atau truk. Padahal di tengah situasi padat kendaraan saat ini, aksi mereka di jalanan ini memang berbahaya. Bayangkan jika mereka sampai terserempet kendaraan,” kata Suwondo Sekcam Sokaraja.

Terkait fenomena ini, pengamat budaya populer dari Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Sulyana Dadan mengatakan, fenomena pemburu klakson bus ini merupakan bagian dari hasil budaya populer perkembangan teknologi informasi. Fenomena ‘klakson’ yang bisa memancing ekspresi kebahagiaan ini populer karena ekses dari media sosial (medsos) yang ada saat ini.

“Ini memang menjadi karakter budaya populer, cepat muncul tapi nantinya juga akan cepat menghilang. Kalau masih wajar maka biarkan saja, anak-anak menikmati kegembiaraan yang ada saat ini,” kata pengajar Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Unsoed Purwokerto tersebut.

Yang perlu diperhatikan dan disikapi adalah ketika fenomena budaya populer tersebut mulai mengarah ke situasi yang membahayakan atau negatif. Fenomena ‘pemburu suara klakson bus’ ini, menurut Dadan, tak berbeda jauh dengan fenomena pemburu monster pocket dalam permainan Pokemon Go beberapa waktu lalu. Perburuan monster dunia maya ini dianggap berbahaya. Karena sejumlah pemburunya sampai lupa ruang waktu hingga akhirnya berujung pada kecelakaan.

“Fenomena Om Telolet Om ini pun cukup berbahaya jika nantinya berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas. Bayangkan jika di tengah ketersendatan dan kemacetan jalan nasional di Ajibarang-Pekuncen, banyak anak-anak pemburu klakson ini beraksi. Ini yang perlu diwaspadai oleh semua pihak termasuk orang tua dan pemerintah,” katanya.

Badai Kembali Terjang Ngawi, Panggung dan Tenda untuk Lomba Panahan di Alun-alun Porak Poranda
Sabtu, 09 November 2019 00:05 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Hujan disertai angin kencang kembali memporak-porandakan Kabupaten Ngawi, Jumat (8/11) sore. Kali ini badai angin menerjang wilayah alun-alun dan sekitarnya, yang kebetulan sedang digelar lomba panahan....
Jumat, 15 November 2019 23:45 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Wisata Budaya Taneyan Lanjhang yang terletak di Dusun Buddagan I Desa Larangan Luar Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan semakin diminati wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia. Taneyan Lanjhang merupakan rum...
Rabu, 06 November 2019 12:44 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Para elit NU struktural tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu. Kekecewaan itu dieskpresikan secara terbuka oleh Wakil Ketua PB...
Kamis, 14 November 2019 13:45 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...