Rabu, 08 Juli 2020 07:21

Permudah Transasksi Santri, BI Gandeng Ponpes Tebuireng Canangkan Gerakan Nasional Non Tunai

Kamis, 15 Desember 2016 18:11 WIB
Permudah Transasksi Santri, BI Gandeng Ponpes Tebuireng Canangkan Gerakan Nasional Non Tunai
KH Salahudin Wahid (Gus Solah), Pesangsuh Ponpes Tebuireng saat memberikan sambutan dalam pencanangan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) Pesantren, Kamis (15/12). foto: BANGSAONLINE

JOMBANG, BANGSAONLINE.com – Untuk mempermudah transaski bagi para santri dan seluruh elemen di Pondok Pesantren, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jawa Timur menggandeng Ponpes Tebuireng Jombang mencanangkan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). Pencanangan tersebut dilaksanakan di Aula Gedung Yusuf Hasyim Tebuireng Lantai III, Kamis (15/12).

Pengasuh Ponpes Tebuireng, KH Salahudin Wahid (Gus Solah) mengapresiasi program GNNT yang diterapkan BI tersebut. Menurutnya, program tersebut bisa mencegah berbagai kemungkinan tidak baik penggunaan uang oleh para santri.

“Ini baik ya, terutama bagi santri. Bisa mencegah peredaran uang palsu, mencegah pencurian uang, pemborosan bagi santri,” ujar Gus Solah ditemui usai Pencanangan GNNT Pesantren.

Di samping itu, lanjut adik kandung Presiden Keempat RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini, melalui transaksi non tunai, orang tua santri bisa lebih mudah mengirim uang kepada anaknya. Bahkan juga bisa membuat lebih praktis pembayaran uang bulanan pondok, uang makan, SPP, serta pembayaran lainnya.

“Sebelum ini, resiko kehilangan uang itu dialami santri, uang bulanan digunakan untuk kegiatan lain, dan lainnya, makanya dengan non tunai ini bisa lebih tepat sasaran, dan aman,” tandas Gus Solah.

Sementara itu, Hestu Wibowo, Kepala Divisi Pembayaran, Komunikasi dan Layanan Publik BI Perwakilan Jawa Timur menyatakan, pihaknya memandang Jawa Timur adalah daerah yang berbasis Ponpes.

“Pesantren memiliki potensi yang cukup besar dalam hal transaksi pembayaran. Kita menjadikan pesantren sebagai salah satu komunitas nontunai. Setelah di sini, kami juga akan mengajak pesantren lain,” katanya.

Hestu menjelaskan, melalui GNNT pihaknya ingin memberikan kemudahan bagi elemen pesantren, termasuk santri dalam bertransaksi.

“Karena memang melalui transaksi nontunai keamanan bisa lebih terjamin karena lebih rendah risikonya dibanding tunai. Kemudian memudahkan santri yang jauh dari rumahnya dalam menerima kiriman uang dari orang tua,” bebernya.

Program GNNT ini telah didukung penyedia instrumen nontunai seperti uang elektronik dalam bentuk kartu (chip based) maupun berbasis server dalam telepon seluler (server based). (rom/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Rabu, 01 Juli 2020 18:44 WIB
Oleh Fandi Akhmad Yani (Gus Yani)*Kring... Kring.. Kring.. "Hallo Pak Ketua". Terdengar suara lirih dari depan kantor DPRD Gresik saat saya keluar dari kantor. Adalah Mbah Amang Genggong. Sudah menjadi kebiasaannya setiap kali melintas di depan ged...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Jumat, 03 Juli 2020 22:23 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...