Rabu, 05 Agustus 2020 15:17

Dolly Ditutup, PWNU Jatim Terjunkan 20 Dai Pendamping

Rabu, 18 Juni 2014 13:34 WIB
Editor: musta'in
Wartawan: nur faishal
Dolly Ditutup, PWNU Jatim Terjunkan 20 Dai Pendamping
foto ilustrasi/istimewa

SURABAYA (BangsaOnline) - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur akan menugaskan 20 kadernya untuk mendampingi para bekas pekerja seks komersial (PSK) dan warga di lokalisasi Dolly-Jarak, setelah penutupan yang rencananya akan dideklarasikan Pemkot Surabaya Rabu (18/6/2014) malam nanti.

Sekretaris PWNU Jatim Akh Muzakki mengatakan, penugasan 20 pendamping dilakukan sebagai bentuk sokongan NU Jatim terhadap upaya pemkot menutup tempat sarang maksiat di Dolly-Jarak. "Ada 20 dai nantinya yang akan NU tugaskan untuk menjadi pendamping," katanya ditemui di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Rabu (18/6/2014).

Zakki menjelaskan, NU ikut mendukung penutupan Dolly karena itu bagian dari tugas ulama-ulama NU di Jatim. Menurutnya, Jatim merupakan barometer NU dan ulama di Indonesia. Nah, sebagai provinsi yang kental dengan tradisi keislaman dan jumlah ulamanya yang banyak, tentu NU sangat mendukung terhadap penutupan lokalisasi yang konon terbesar se Asia Tenggara itu.

Zakki berpendapat, penutupan lokalisasi Dolly-Jarak memang harus segera dilakukan. Ia menyadari dampak setelah penutupan pasti ada. Begitu juga reaksi penolakan pasti muncul, terutama dari pekerja dan warga yang menggantungkan sumber rezekinya dari Dolly. "Nah, tugas pemerintah di sini adalah bagaimana menemukan titik kompromi sehingga penutupan tidak menimbulkan dampak yang lebih buruk," ujar Zakki.

Menurutnya, langkah pemkot dalam melakukan tahapan penutupan Dolly-Jarak sudah tepat. Dan kompensasi dan pendampingan yang ditawarkan pemkot bagian dari menemukan solusi kompromistis itu.

"Tentu sekarang konteksnya beda dengan penutupan lokalisasi seperti di Kramat Tunggak di Jakarta dulu. Saat itu konteksnya masih Orde Baru, demokrasi masih tertutup. Nah, untuk Dolly harus ditemukan titik kompromi antara pemerintah dengan pihak Dolly," tandas dosen UIN Sunan Ampel Surabaya itu.

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Kamis, 30 Juli 2020 21:34 WIB
Oleh: KH. Agoes Ali Masyhuri*Kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim yang menyerahkan dana hibah puluhan miliar rupiah kepada Tanoto dan Sampoerna Foundation membuat dua ormas besar Islam Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah kecewa dan mundur dari organi...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...