Minggu, 21 Oktober 2018 14:05

Efektivitas Pariwisata Madura Melalui Public Service Communication

Minggu, 13 November 2016 01:02 WIB
Efektivitas Pariwisata Madura Melalui Public Service Communication

POTENSI pariwisata di Madura menghadirkan banyak keuntungan bagi masyarakat Madura, mulai dari keuntungan ekonomi, sosial, hingga ke branding budaya. Madura yang merupakan gugusan kepulauan yang terdiri dari beberapa pulau besar dan kecil sehingga banyak sekali potensi bahari yang harus dikembangkan dan disebarluaskan informasinya ke seluruh nusantara. Pulau dengan karakteristik budaya islami menghadirkan ciri khas yang berbeda dari pulau-pulau indah lainnya di Indonesia.

Madura yang dulu hanya dikenal sebagai pulau yang khas dengan karapan sapinya, garamnya, dan sifat keras dari penduduknya ternyata tidak hanya yang dipersepsikan masyarakat luas. Pulau Madura juga mempunyai potensi pulau-pulau kecil di luar pulau Madura yang masih alami dan perawan. Pemandangan batu karang yang terjaga, udara yang masih segar karena kandungan oksigen yang masih tinggi, pasir yang masih putih menambah potensi pariwisata bahari di pulau-pulau kecil di Madura, khususnya di pulau Gili Labak.

Pulau kecil yang masih dalam wilayah kabupaten Sumenep, yaitu pulau Gili Labak mempunyai pemandangan yang menarik para wisatawan domestik dan mancanegara. Panorama keindahan yang disajikan oleh pulau ini masih alami dan jarang wisatawan datang di sana. Private Island Gili Labak mampu memikat hati para wisatawan yang ingin berlibur. Fasilitas alam yang disajikan oleh Gili Labak, masih belum terpublikasi oleh masyarakat asli pulau yang dipadati oleh kurang lebih 37 KK ini.

Hal ini dikarenakan masih belum adanya pemahaman tentang pentingnya publikasi pariwisata melalui media massa maupun online dan kesadaran masyarakat untuk menumbuhkan efektivitas potensi pariwisata melalui public service komunikasi.

Dari situlah, Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Trunojoyo Madura merasa terpanggil untuk melakukan pelatihan pemberdayaan komunikasi tentang efektivitas public service komunikasi untuk meningkatkan potensi wisata bahari di pulau Gili Labak yang merupakan bagian dari pulau Madura.

Semua dosen mempunyai tugas masing-masing untuk memberikan pemahaman terhadap warga lokal untuk memberikan servis yang terbaik, sehingga para wisatawan baik domestik dan mancanegara tidak kecewa setelah datang ke pulau ini. Kegiatan yang dilakukan oleh Prodi Ilmu Komunikasi FISIB UTM dilakukan tanggal 13 November 2016 di pulau Gili Labak.

Penempatan acara di bulan November sebagai bentuk perwujudan peringatan hari pahlawan untuk mengenang kembali jasa-jasa para pahlawan dengan cara menjaga dan melestarikan pulau-pulau terluar di Madura (khususnya pulau Gili Labak) dengan cara mempublikasikan ke khalayak ramai.

Para dosen ilmu komunikasi mengawali acara tersebut dengan cara memberikan pelatihan efektivitas pariwisata dengan empat konsep penting, yaitu “4S” (sanitasi, secure, service, dan safety). Melalui 4S tersebut pulau Gili Labak akan dapat menjadi seperti pulau balinya Madura, yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan dan menjadi komoditas utama ekonomi kabupaten Sumenep.

Kegiatan selanjutnya adalah memberikan pengetahuan tentang pebuatan video untuk perjalanan para wisatawan di gili labak. Hal ini bertujuan agar masyarakat lokal dapat meng-upload videonya ke media sosial yang dapat dilihat oleh seluruh manusia di dunia. Dengan begitu maka, pulau Gili Labak dapat ditingkatkan potensi wisatanya di pulau Madura.

Pemberdayaan masyarakat lokal melalui penyuluhan peningkatan efektivitas public service communication akan memberikan dampak positif terhadap generasi muda di Gili Labak. Menjaga kebersihan, keamanan, keterjaminan, dan pelayanan wisatawan oleh masyarakat lokal Madura akan menambah potensi wisata pulau Gili Labak, yang tidak hanya mengunggulkan pesona pantai dan panorama bawah laut.

Penyambutan wisatawan yang ramah adalah momentum yang tepat untuk menambah daya tarik wisatawan untuk datang lagi ke pulau Gili Labak, selain itu juga dapat memberikan rekomendasikan ke orang lain. Sehingga pulau ini dapat mempunyai nilai investasi ekonomi bagi masyarakat lokal pulau Gili Labak. (*)

Suparto Wijoyo
Rabu, 17 Oktober 2018 11:08 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*DARI Malang menuju Bekasi. Begitulah aksi KPK dalam melakukan gerakan senyap OTT yang melibatkan para bupati kedua daerah itu. Simbul para koruptor kian menjalar dari daerah ke daerah untuk merapatkan barisan sambung-meny...
Sabtu, 20 Oktober 2018 19:42 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .  ‘Asaa rabbukum an yarhamakum wa-in ‘udtum ‘udnaa waja’alnaa jahannama lilkaafiriina hashiiraan (8).Menjadi viral saat ada rombongan umrah menyanyikan lagu Ya Lal Wathan, termasuk yang memb...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 29 September 2018 09:57 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Kamis, 04 Oktober 2018 13:39 WIB
PACITAN, BANGSAONLINE.com - Gua Jenggung, begitulah nama yang diberikan kepada gua yang baru ditemukan di Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan.Saat melihat keindahan stalaktit maupun stalagmit di dalam Gua Jenggung, laksana berlibur ke T...