Hasil Survei, Elektabilitas Ahok Jeblok jadi 27,5 Persen, Jokowi Dinilai Tak Netral

Hasil Survei, Elektabilitas Ahok Jeblok jadi 27,5 Persen, Jokowi Dinilai Tak Netral

Hendri menuturkan angka 27,5 persen swing voters itu meningkat setelah peristiwa Ahok di Pulau Seribu yang dinilai melecehkan agama. Sebelum peristiwa itu elektabilitas Ahok di survei Kedai Kopi pada September 2016 di angka 39 persen.

"Survei ini dilakukan pada 19-24 Oktober 2016 sebelum pengundian nomor urut. Kebetulan saat itu usai kejadian di Pulau Seribu," ujar Hendri.

Dalam survei ini, dari 694 responden di enam wilayah DKI Jakarta menilai penantang berpeluang mengalahkan petahana. Setidaknya ada 67,7 persen responden meyakini petahana dapat dikalahkan oleh calon lain.

"Menariknya, saat responden ditanya siapa yang bisa mengalahkan petahana sebanyak 40,60 persen oleh Anies Baswedan. Angka ini sangat tipis dengan Agus Harimurti Yudhoyono 40,10 persen. Sangat tipis perbedaannya," tutur Hendri.

Sementara mengenai sosok yang berpengaruh terhadap keinginan untuk memilih pasangan calon, Kedai Kopi menilai sosok petinggi partai tidak mempengaruhi pilihan masyarakat terhadap 3 pasangan calon di Jakarta 2017. Sosok Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDIP nyatanya tak banyak berpengaruh pada pilihan masyarakat untuk memilih pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot).

"Hanya ada 24,5 persen yang menyatakan memilih pasangan Ahok-Djarot karena ada sosok Megawati sebagai Ketua umum partai. Sementara 58,6 persen mengatakan tidak terpengaruh oleh sosok Megawati. Sementara sisanya 16,9 persen tidak tahu," kata Hedri Satrio.

Begitu pula, sosok Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang merupakan Ketua Umum Partai Demokrat terhadap pemilih pasangan Agus-Sylvi. Meski SBY merupakan ayah dari Agus Harimurti Yudhoyono, namun hal itu tak menjadi alasan utama pemilih mendukung Agus.

"Sebanyak 53,5 persen menyatakan sosok SBY tidak memengaruhi dirinya dalam memilih pasangan Agus-Sylvi. Hanya ada 29,8 persen yang mengatakan memilih Agus-Sylvi karena ada sosok SBY di baliknya. Sisanya 16,7 persen tidak tahu," papar Hendri.

Begitu juga dengan sosok Prabowo Subianto sebagai Ketua umum Partai Gerindra terhadap pasangan Anies-Sandi. Hanya ada 22,9 persen yang memilih pasangan Anies-Sandi karena sosok Prabowo.

"Sebanyak 56,3 persen mengaku faktor Prabowo bukanlah hal yang menentukan dirinya akan memilih pasangan Anies-Sandi. Sementara 20,8 persen menjawab tidak tahu," ujar Hendri.(mer/det/yah/tic/lan)

Sumber: merdeka.com/detik.com

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO