Suasana rapat Panja Freeport DPR RI, manajemen PT. Freeport Indonesia, Direksi PG dan pihak terkait di Wisma Kebomas PG. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
Menurut ia, pembangunan smelter sangat dinantikan masyarakat Gresik. Sebab, dengan adanya smelter ini akan dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Gresik. Khususnya, dalam menciptakan lapangan pekerjaan. Harapannya keberadaan Smelter nanti membutuhkan sedikitnya 30.000 pekerja.
"Saya paling getol menyuarakan masalah smelter ini. Tapi di tahun terakhir progresnya kok tidak ada. Kedatangan kami ke Petrokimia untuk mengetahui progresnya," jelasnya
"Kami sengaja datang ke Petrokimia karena dalam setiap acara resmi selalu menunjukkan kontrak kerjasama lahan dengan Petrokimia, tapi ternyata tidak ada progres yang memuaskan," sambung anggota DPR RI dari FPG asal Dapil X (Gresik dan Lamongan) ini.
Eni pun mengibaratkan kalau Petrokimia seperti seorang gadis yang hanya dilamar. "Tapi tidak kunjung dinikahi," kelakarnya.
Direktur SDM dan Umum Petrokimia Gresik, Rahmad Pribadi mengaku sudah berkomunikasi dengan Freeport untuk menanyakan kelanjutan kerjasama lahan smelter. "Pada 9 September 2016 lalu kami sudah komunikasi, dan kami minta dalam jangka waktu 60 hari sudah ada jawabannya," katanya.
Ketua Panja Freeport DPR RI, Tony Wardoyo (FPDIP) menyampaikan, Panja Freeport dibentuk pada 10 Februari 2016. Kunjungan ini sebagai tidak lanjut dari rapat hearing dengan Dirjen Minerba dan bupati-bupati di sekitar lingkar tambang Freeport.
Tujuan Panja ini dibentuk untuk melakukan evaluasi dan pengawasan langsung pembangunan Smelter Freeport. "Kami mendapatkan laporan Freeport akan bangun Smelter di Petrokimia Gresik. Karena itu, kami melakukan kunjungan ke Petrokimia Gresik untuk melihat secara langsung realisasi Smelter, dengan bertemu stakeholder terkait," katanya.
Kunjungan Panja Freeport DPR itu dihadiri oleh sejumlah Direksi PG. Di antaranya, Dirtekbang Arif Fauzan, Direksi PG yang hadir antara lain Direktur Sumber Daya Manusia & Umum Rahmad Pribadi, Direkrur Produksi I Ketut Rusnaya, serta Direktur Keuangan Pardiman. Juga hadir, Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Direksi PT Smelting, dan Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur. (hud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




