Presdir PTFI, Tony Wenas, saat inspeksi ke lokasi kebakaran Common Gas Cleaning Plant Smelter Freeport Gresik. Foto: Ist
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Presiden Direktur (Presdir) PT Freeport Indonesia (PTFI), Tony Wenas, meninjau lokasi kebakaran Common Gas Cleaning Plant Smelter di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Jumat (18/10/2024).
Kedatangannya untuk melihat langsung kondisi Common Gas Cleaning Plant pascakebakaran.
BACA JUGA:
- Perkuat Keamanan Objek Vital Nasional JIIPE Serahkan Kantor Kepolisian Khusus Kawasan
- Investasi 600 Juta USD, Pabrik Melamin di Gresik Dorong Industri Kimia Rendah Emisi
- PT BKMS Santuni Anak Yatim dan Salurkan 2.300 Sembako untuk Warga Kawasan JIIPE
- PT Freeport Gelar Buka Puasa dan Santunan 700 Anak Yatim
"Saya melihat langsung bagaimana situasi terkini di lokasi kebakaran. Fokus kami saat ini adalah proses asesmen berjalan lancar dan melakukan evaluasi secara menyeluruh untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali," kata Tony didampingi Kepala Teknik Tambang Carl Tauran dan Executive Vice President Corporate Planning & Business Strategy, Horst Garz.
Tony menyampaikan, ada beberapa catatan penting dalam peristiwa ini, salah satunya dari sisi safety yang merupakan poin pertama dari nilai-nilai perusahaan yang wajib dijunjung tinggi seluruh karyawan dan kontraktor PTFI, yaitu Safety, Integrity, Commitment, Respect, Excellence (Sincere).
Ia bersyukur, seluruh karyawan dan kontraktor menjalankan dan menjadikan safety sebagai pedoman, sehingga ketika terjadi insiden di tempat kerja, tidak ada korban jiwa.
"Dalam peristiwa ini, tidak ada satu pun karyawan yang dilaporkan mengalami cedera. Ini yang betul-betul kami jaga, bahwa dari sisi safety atau keamanan berhasil diterapkan dengan baik, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Artinya kita betul-betul menerapkan standar kerja yang aman di smelter ini," paparnya.
Pada awal 2024, lanjut Tony, PTFI telah melakukan semua tahapan commissioning, menjalankan beberapa kali tahapan pengujian dan sudah melewati tahapan trial and error selama beberapa bulan dari mulai bulan Juni. Hal itu dilakukan untuk memastikan smelter PTFI dapat beroperasi dengan aman dan optimal.
"Artinya setiap tahapan kami lakukan dengan sangat hati-hati dan penuh perhitungan. Dari kejadian ini Freeport Indonesia akan melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang kembali," ucapnya.
Ketiga, ia juga mengapresiasi keberhasilan dalam upaya penanggulangan kebakaran tak lepas dari kerja keras Tim Tanggap Darurat PTFI yang bergerak cepat dan tepat.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




