Entrepreneur Bidang Perikanan, Eko Husaini saat memberi pelatihan pembuatan apartemen kepiting. foto: ist.
GRESIK,BANGSAONLINE.com - PT Freeport Indonesia (PTFI) mengadakan pelatihan apartemen kepiting kepada 30 nelayan dari Desa Manyarejo, Manyar Sidomukti, dan Manyar Sidorukun, Kecamatan Manyar di Desa Sidomukti.
Kegiatan ini untuk meningkatkan keterampilan nelayan tradisional dalam mengembangkan budidaya kepiting dengan cara yang lebih efisien dan menguntungkan.
BACA JUGA:
- DPRD Gresik Belum Bahas Relokasi 43 PKL Kali Avoor
- Siap Luaskan Pasar Global, SIG Rampungkan Proyek Dermaga dan Fasilitas Produksi di Tuban
- PT PON Salurkan Beasiswa Sekolah Kejar Paket B & C Lewat Program Pintas di Tlogopojok
- Buron hingga ke Malang, Pelaku Pembacokan di Menganti Akhirnya Diringkus Polisi
"Melalui pelatihan ini. kami berharap nelayan memiliki alternatif usaha yang dapat meningkatkan pendapatan mereka dan nelayan dapat memiliki usaha yang lebih mandiri," ujar Vice President External Affairs Smelter PTFI Erika Silva, Rabu (17/12/2025).
Kepiting merupakan salah satu tangkapan utama nelayan di Gresik yang memiliki nilai ekonomi tinggi dengan permintaan pasar yang terus meningkat.
Namun, saat ini hasil tangkapan kepiting yang didapat berukuran kecil sehingga tidak mempunyai nilai jual yang tinggi.
Wirausahawan Bidang Perikanan sekaligus Narasumber Pelatihan Eko Husaini mengatakanapartemen kepiting merupakan struktur buatan di dasar perairan yang berfungsi sebagai tempat berlindung dan berkembang biak kepiting.
"Budidaya melalui apartemen kepiting menjadi alternatif yang mampu meningkatkan populasi kepiting sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem," katanya.






