Selasa, 11 Agustus 2020 16:17

Musim Hujan Ini, 176 Desa di Jombang Rawan Banjir, Longsor, Puting Beliung

Rabu, 12 Oktober 2016 10:03 WIB
Editor: choirul
Wartawan: romy
Musim Hujan Ini, 176 Desa di Jombang Rawan Banjir, Longsor, Puting Beliung
Dampak puting beliung di Gudo, Jombang, baru-baru ini. foto: RONY/ BANGSAONLINE

JOMBANG, BANGSAONLINE.com – Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang, sedikitnya ada 176 desa di kabupaten Jombang yang perlu waspada terhadap bencana selama musim hujan karena termasuk daerah rawan. Bencana tersebut bisa saja banjir, tanah longsor maupun angin puting beliung.

Daerah rawan tersebut tersebar di 21 Kecamatan dari jumlah total 306 desa di kota santri. Sedangkan 32 desa diantaranya masuk kawasan rawan berpotensi tinggi. "Dari potensi bencana itu, paling rawan adalah banjir. Dari catatan kami, sebanyak 108 desa yang terancam banjir. Sedangkan untuk tanah longsor sebanyak 48 desa, dan puting beliung 20 desa. Khusus puting beliung, data kami berdasarkan peristiwa yang terjadi dalam kurun waktu 10 tahun," kata Nur Huda, Kepala BPBD Kabupaten Jombang.

Ia menjelaskan, dalam kurun beberapa tahun terakhir, jumlah desa yang berpotensi terkena bencana alam cenderung mengalami kenaikan. Dalam data BPBD, tahun 2012 lalu jumlah desa yang berpotensi terkena bencana alam sebanyak 145 desa.

"Benar, selama empat tahun ada tambahan 31 desa masuk dalam peta rawan bencana. Rata-rata justru di wilayah perkotaan," ulasnya.

Huda pun mengimbau warga yang tinggal di wilayah rentan terjadi bencana selalu meningkatkan kewaspadaan. Setidaknya, hingga akhir bulan Januari 2017 nanti. "Beberapa hari lalu kami rapat bersama BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika), hasilnya awal Oktober ini sudah memasuki musim penghujan. Diprediksi curah hujan akan lebih ekstrem dan puncaknya terjadi pada bulan Desember," terangnya.

Ia juga mengaku sudah mulai bersiaga untuk menghadapi cuaca ekstrem yang melanda diawal musim penghujan ini. Yakni dengan menyiapkan posko pengaduan bencana alam di setiap Kecamatan. Sehingga apabila terjadi bencana, dapat segera diatasi.

"Sudah ada posko di setiap Kecamatan. Kami juga sudah memasang dua alat pendeteksi banjir di Dam sungai Ngirmbi, Bareng dan Dan Sungai Rejoagung, Ngoro. Apabila debit air naik kami alat tersebut akan mengirimkan pesan ke ponsel saya dan beberapa petugas, sehingga bisa lakukan persiapan," pungkasnya. (rom)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Senin, 10 Agustus 2020 18:53 WIB
Oleh: M Mas'ud AdnanApollinaris Darmawan - seorang kakek – sangat rajin menghina dan memfitnah agama Islam dan Nabi Muhammad. Dari jejak digitalnya, Apollinaris yang non muslim itu kurang lebih 10 tahun menghina Islam dan juga tokoh-tokoh Islam ...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...