Proses pencarian korban.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 25 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Langitan, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban tenggelam di sungai Bengawan Solo, Jum'at (7/10). Hingga berita ini diturunkan, 8 santri belum ditemukan. Sedangkan 17 santri lainnya berhasil menyelamatkan diri.
Plt Kepala BPBD Tuban, Joko Ludiono kepada BANGSAONLINE.com mengungkapkan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu mereka hendak pergi ke pasar Babat, Kabupaten Lamongan. Di tengah-tengah perjalanan tiba-tiba perahu oleng karena overload alias kelebihan muatan, sehingga perahu tenggelam.
BACA JUGA:
- Satu dari Dua Nelayan asal Tambakboyo Tuban yang Hilang Selama 4 Hari Ditemukan Meninggal
- Nelayan asal Tuban Ditemukan Tim SAR Gabungan Tak Bernyawa Usai Hilang di Laut Selama 2 Hari
- Empat Hari Hilang, Kakek di Tuban Ditemukan Tewas Mengapung di Bengawan Solo
- Mandi di Embung Desa Temandang, Seorang Bocah di Tuban Tewas Tenggelam
"Tim kami masih dalam proses assessment dan pencarian korban," kata Joko.
Joko menjelaskan, saat ini BPBD Tuban dan Lamongan serta Muspika Kecamatan Widang yang dibantu masyarakat terus mencari 8 santri yang belum ditemukan tersebut. "Saat ini kami terus melakukan pencarian," sambungnya.
Sementara daftar korban tenggelam di antaranya:
17 orang yang selamat:
1. M. Solihul Widad 13 tahun
2. M Mu'zi AL athiq 18 tahun
3. Ahmad Iqbal 20 tahun
4. A Nu'man AL Murtadlo 20 tahun
5. A Ali sibro Mulisi 12 tahun
6. Khabib Abdurozaq 13 tahun
7. Syamsud Duha 23 tahun
8. M Imam Bukhori 18 tahun
9. Abu Bakar 20 tahun
10. A Rofiqi Yusuf 19 tahun
11. Abdurohman 18 tahun
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




