Rabu, 22 Mei 2019 17:01

Ritual Kebon-Keboan Sambut Suro Dijubeli Warga, Panggung pun Ambrol

Minggu, 02 Oktober 2016 19:55 WIB
Ritual Kebon-Keboan Sambut Suro Dijubeli Warga, Panggung pun Ambrol
Kerbau sedang menarik kereta yang dinaiki Dewi Sri.

BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Luar biasa antusias masyarakat menyaksikan atraksi kebo-keboan yang digelar Minggu (2/10), di Desa Alas Malang, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi. Begitu antusiasnya, sampai-sampai panggung tamu undangan ambrol tepat saat kedatangan Bupati Anas saat memasuki area ritual.

Tradisi yang digelar dalam menyambut bulan Suro di penaggalan Jawa itu diawali dengan dengan tarian pembuka adat. Lalu, dilanjutkan kenduri desa. Di kenduri itu, warga diwajibkan membawa 12 tumpeng lengkap. Tumpeng ini pun dilengkapi dengan tujuh jenis jenang suro dan lima jenis jenang sekolo. Semua ini, mempunyai makna sebagai simbol jumlah bulan dan hari yang menandai kehidupan setiap umat manusia yang ada di bumi. Setelah itu tumpeng didoakan oleh pemangku adat sebelum dimakan bersama.

Ritual kebo-keboan sendiri, merupakan tradisi adat yang mempunyai filosofi khas tentang pertanian. ”Tradisi ini sudah dijalankan hampir 300 tahun lalu, yang diawali Buyut Karti,” ujar Indra Gunawan, kepala adat Alas Malang.

Konon, saat itu kondisi wilayah Desa Alas malang dilanda wabah penyakit. Lalu Buyut Karti mendapat wangsit untuk menggelar selamatan bersih desa. Ketika diadakan ritual bersih desa, para petani diminta menjadi kerbau yang sedang membajak di sawah.

Indra juga menjelaskan, rangkaian ritual ini dilanjutkan dengan ider bumi dengan memeragakan puluhan kerbau yang menjadi maskot ritual ini, mengelilingi desa, dengan menarik kereta yang dinaiki Dewi Sri. Dengan mengikuti empat penjuru mata angin, ritual dilanjutkan di area persawahan. `Para kerbau’ itu melakukan adegan-adegan membajak sawah, mengairi dan menabur benih. Setelah selesai bercocok tanam, warga juga diwajibkan turun di area persawahan untuk bercengkraman dengan para kerbau, “Permainan adat ini disebut warga Alas Malang dengan permainan goyangan,” tuturnya.

Sementara Bupati Abdullah Azwar Anas berterima kasih kepada para budayawan dan masyarakat Banyuwangi yang memberikan partisipasinya dalam meningkatkan kemajuan destinasi Kabupaten Banyuwangi. Karena kemajuan sebuah wilayah, juga tergantung dukungan masyarakat. Tradisi kebon keboan ini pun, akan dimasukan dalam agenda di Banyuwangi Festival (B-FEST). (bwi1/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 22 Mei 2019 11:24 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAYA menyaksikan penuh kagum terhadap para kompetitor yang menyorong sekehendaknya. Dengan nyaman menikmati gelisah rakyat yang sangat mayoritas. Para promotor pertandingan tergiring dalam alun langkahnya dengan kosa laku yang...
Sabtu, 18 Mei 2019 12:13 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag41. Walaqad sharrafnaa fii haadzaa alqur-aani liyadzdzakkaruu wamaa yaziiduhum illaa nufuuraanDan sungguh, dalam Al-Qur'an ini telah Kami (jelaskan) berulang-ulang (peringatan), agar mereka selalu ingat. Tetapi (p...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...