Dukung Penutupan Dolly, Gubernur Siap Cairkan Anggaran

Di sisi berseberangan, penggalangan dukungan penolakan penutupan lokalisasi Dolly dan Jarak terus dilakukan. Kali ini warga lokalisasi mendapat dukungan dari pedagang pasar Jarak yang berjumlah ribuan.

Dengan berbekal kain putih sepanjang9 meter,Front pekerja Lokalisasi Dolly dan Jarak mendatangi pasar Jarak yang berada di Jl Putat Surabaya. Para pedagang pun terlihat antusias menerima sodoran kain putih untuk ditandatangani sebagai bentuk dukungan penolakan terhadap rencana Pemerintah Kota Surabaya 18 Juni 2014 mendatang. "Semua pedagang semangat tanda tangan. Semua menolak penutupan lokalisasi," imbuh Jarwo.

Adapun Supeno, Ketua RT05 RW 06 Kelurahan Putat Jaya mengaku sangat kecewa dengan Wisnu Sakti Buana, Ketua DPC PDIP Surabaya yang kini menjabat sebagai Wawalikota Surabaya,. Dia dianggap telah mengingkari janjinya untuk melakukan pembelaan terhadap keberadaan lokalisasi Dolly dan Jarak saat kampanye Pileg bulan lalu.

“Kami sangat kecewa dengan pak Wisnu dan Pak Kadar yang saat kampanye berjanji akan membela warga dengan cara mempertahankan keberadaan lokalisasi disini, dengan syarat memerahkan (coblos Caleg dan partai PDIP) warga Putat Jaya, tetapi setelah kami turuti, ternyata sekarang malah berpihak kepada Risma yang akan melakukan penutupan, tentu kami akan melawan sampai titik darah penghabisan karena ini menyangkut penghidupan kami,” ucap pria yang sehari-harinya dipanggil Cupes ini.

Dalam ceritanya, Pendik juga menyesalkan sikap Kadar yang saat ini cenderung

Hal senada juga diucapkan oleh Ketua RW 06 Putat Jaya yang mengaku telah diperdayai oleh Dinsos kota Surabaya, karena hampir seluruh prigram dan pendataan terkait rencana penutupan lokalisasi Dolly dan Jarak hanya hasil rekayasa belaka.

“Kami pernah diajak studi banding ke Kramat Tunggak oleh Dinsos, perwakilan warga yang berangkat sekitar 10 orang yang terdiri dari 10 RT ditambah dari Kecamatan, kelurahan, Koramil dan Polsek serta Garnisun, padahal ditempat kami ini ada 38 RT, saat itu kami diberikan tiket dan hotel untuk berkunjung ke Kemensos dan meninjau eks lokalisasi Kramat Tunggak, selepasnya kami diajak rekreasi, dengan harapan kami bisa menerima program penutupan lokalisasi,” jelasnya. (mdr/lan/ros)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO