Asap Kebakaran Masuk Singapura, JK: Terserah Kalau Mau Protes

Asap Kebakaran Masuk Singapura, JK: Terserah Kalau Mau Protes Sejumlah petugas terus berusaha memadamkan api yang membakar kawasan hutan di Riau.

Dia mengatakan, arah angin di Riau dominan bergerak dari Barat-Barat Laut ke arah Timur-Tenggara, yang kemudian di sekitar barat mengarah ke Timur Laut. "Ini adalah pola pergerakan angin pada musim kemarau di Riau yang selalu dikhawatirkan membawa asap ke seperti halnya terjadi pada tahun 2013, 2014 dan 2015," kata Sutopo.

Hal ini diperkuat dengan analisis citra satelit Himawari dari Badan Metereologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG) yang menunjukkan bahwa sebaran asap di Riau menyebar ke timur () pukul 12.40 WIB dan 14.20 WIB pada Jumat ini. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa asap yang dirasakan bersumber dari kebakaran hutan dan lahan dari Riau. "Di Jambi tidak terdeteksi hotspot, sedangkan di Sumatera Selatan hanya ada dua hotpsot," kata dia.

Sutopo mengatakan, upaya pencegahan dan pemadaman karhutla di Riau terus dilakukan. Sebanyak 7.200 personel satgas darat dan satgas udara dikerahkan. "BNPB mengerahkan tiga helikopter water bombing, dua pesawat Air Tractor water bombing dan satu pesawat Casa untuk hujan buatan," kata Sutopo.

Sebanyak 21,7 juta air sudah dijatuhkan dari udara untuk memadamkan api di Riau. Begitu juga 40 ton garam dapur (NaCl) telah ditaburkan ke awan untuk dijatuhkan menjadi hujan. "Ribuan sekat kanal, embung dan sumur telah dibangun untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan," kata Sutopo.

Sementara itu, Bareskrim Polri menangkap 85 tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau pada tahun ini.

"Ada 85 tersangka perorangan yang ditangkap," kata Kabareskrim Polri Irjen Pol Ari Dono Sukmanto, di Mabes Polri, Jakarta.

Selain itu, polisi juga menyelidiki sembilan korporasi yang diduga menjadi pelaku pembakaran lahan. Sebelumnya sebanyak 15 korporasi yang tersangkut kasus karhutla sudah dihentikan penyidikannya atau di-SP3. Lima belas perusahaan tersebut yakni PT. Parawira group (ditangani Polres Pelalawan), KUD Bina jaya Langgam (ditangani Polres Pelalawan), PT. Bukit Raya Pelalawan (ditangani Polres Pelalawan), PT. Bina Duta Laksana (Ditreskrimsus), PT. Perawang Sukses Perkasa Indah (Ditreskrimsus), dan PT. Pan United (Ditreskrimsus).

Selain itu, PT. Alam Sari Lestari (Ditreskrimsus), PT. Riau Jaya Utama (Ditreskrimsus), PT. Suntara Gaja Pati (Polres Dumai), PT. Siak Timber Raya (Ditreskrimsus), PT. Hutani sola Lestari (Ditreskrimsus), PT. Dexter Rimba Perkasa (Polres Rohil), PT. Ruas Utama Jaya (Polres Rohil), PT. Sumatera Riang Lestari (Ditreskrimsus) dan PT. Rimba Lazuardi (Ditreskrimsus). Belasan perusahaan tersebut dihentikan proses penyidikannya karena tidak cukup bukti. (mer/rmol/ber/lan)

Sumber: merdeka.com/rmol

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO