BJ Habibie dan Prabowo Tolak Tawaran Jadi Warga Negara Lain karena Nasionalisme

BJ Habibie dan Prabowo Tolak Tawaran Jadi Warga Negara Lain karena Nasionalisme BJ Habibie dan Prabowo Subianto. foto: merdeka.com

Bukan hanya Jerman, pemerintah Filipina juga membujuk Habibie dan menawari mengelola dirgantara. Namun lagi-lagi jawaban Habibie tegas dan sama. Dia kembali menolak tawaran dari negara luar.

Isu kewarganegaraan juga menerpa Mantan Danjen Kopassus Letjen (Purn) Prabowo Subianto saat Pilpres 2014. Prabowo diserang memiliki kewarganegaraan Yordania.

Kabar ini langsung dibantah kubu Prabowo. Orang dekat Prabowo, Fadli Zon, menegaskan Prabowo tak pernah sedetik pun memiliki .

Prabowo memang sempat tinggal cukup lama di Amman, Yordania, selepas kisruh 1998. Namun tak benar Prabowo menjadi WN Yordania. Fadli menuturkan, selama di Amman, Prabowo hidup sederhana dan bepergian dengan taksi. Prabowo bahkan punya sopir taksi langganan yang bernama Muhammad. 

"Prabowo di Amman belajar bisnis, belajar bahasa Arab, dan dihargai oleh pangeran-pangeran Arab," tulis Fadli saat itu.

Fadli menegaskan, Prabowo juga menolak menjadi penasihat militer Yordania. Padahal sahabatnya sendiri, Pangeran Abdullah yang memintanya. Keduanya bersahabat karib sejak lama.

Direktur Komunikasi dan Media Tim Kampanye Nasional Prabowo-Hatta, Budi Purnomo Karjodihardjo saat itu menjelaskan Prabowo menolak menjadi Warga Negara Yordania karena cinta pada Indonesia dan tak mau kehilangan status sebagai WNI. Budi menambahkan tudingan pada Prabowo adalah sebuah black campaign.

Sumber: merdeka.com

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'BJ Habibie juga Kalah dengan Orang Madura':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO