PDIP Bantah Ahok Masuk Kandidat Cagub, Muncul Aksi 'Memanggil Risma'

PDIP Bantah Ahok Masuk Kandidat Cagub, Muncul Aksi Massa Jaklovers saat menggelar aksi dukung Risma di Bundaran Patung Kuda Indosat, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Minggu (31/7).

"Tanpa menyebutkan secara detail, apakah kriteria tersebut sudah cocok dengan yang sekarang?" tutur Bambang. Pertanyaan tersebut kemudian dibalas lagi dengan seruan yang sama, "Lawan Ahok!"

Bambang menuturkan, jika mencari pemimpin, jangan sampai yang pintar tapi justru menindas rakyat kecil. Selain itu, jangan sampai pemimpin yang tegas justru bersikap paling benar. "Lawan Ahok!" seru kader PDIP.

Lewat pernyataan tersebut, Bambang menyampaikan, dari pernyataannya tersebut, sudah sepatutnya kader lain, dari kepala, badan, hingga sayap, bisa menangkap sinyal dukungan partai. Ia berharap tidak ada lagi keraguan bagi kader setelah sinyal tersebut disampaikan. "Semoga kader yang masih bingung dalam menangkap sinyal sudah bisa ditarik (ke partai) lagi," katanya.

Di sisi lain, di arena Car Free Day (CFD) kemarin muncul aksi mendukung Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 dari komunitas yang mengatasnaman Jaklovers.

Juru bicara Jaklovers, Hendi Wijanarko, mengatakan gerakan “Jakarta Love Risma” tidak ikut-ikutan Teman Ahok. Menurut Hendi, gerakan tersebut lahir dari kegalauan para pendirinya yang merasa tidak ada sosok yang mereka inginkan untuk memimpin Jakarta.

"Bukan secara prestasi saja, tapi moral dan akhlak. Intinya, gerakan ini dari pendiri enggak pernah ada maksud menjelekkan pihak lain. Kami mau ulas secara positif," kata Hendi.

Hendi mengklaim simpatisan Jaklovers mencapai ribuan. Biasanya, koordinasi dilakukan melalui media sosial, seperti Facebook dan Twitter, serta dilanjutkan dengan komunikasi pada aplikasi WhatsApp.

Adapun Teman Ahok adalah organisasi relawan pendukung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang didirikan lima anak muda. Organisasi ini semula dibentuk untuk mencalonkan Ahok dari jalur independen. Teman Ahok mengklaim berhasil mengumpulkan 1 juta salinan KTP. Belakangan, Ahok memilih jalur partai untuk menjadi calon gubernur. Dia didukung tiga partai, yakni Partai Hanura, Partai NasDem, dan Golkar.

Disinggung pembicaraan dengan PDIP tentang niat mengusung Risma, Hendi mengatakan pihaknya belum ada pembicaraan secara resmi. "Belum, karena kami tidak berafiliasi dan tidak bicara secara resmi," ujarnya. (rol/kcm/mer/lan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO