Siswa Miskin SMPN 7 Surabaya Ditarik Biaya Rp 685 Ribu

Siswa Miskin SMPN 7 Surabaya Ditarik Biaya Rp 685 Ribu

Wakil Kepala Sekolah Gatot Ponco Wibawa mengatakan, memang ada uang tarikan sebesar Rp650-685 ribu kepada seluruh murid. Namun saat itu Gatot tak bisa menjelaskan rinciannya. Dia dibantu satu guru hasta karya, Marlina yang memang menangani pembagian seragam.

“Seragam itu dipesan ibu (Kepala SMPN 7, Yulia Krisnawati, red). Tahu-tahu kok dapat dua seragam putih lengan pendek. Di sekolah ini, kalau Senin pakai seragam putih lengan panjang, Selasa dan Rabu pakai lengan pendek, Kamis pakai batik lalu hari berikutnya baju Pramuka. Kalau uang Rp650 ribu untuk membayar seragam khas sekolah ini, itu untuk seluruh siswa. Hanya saja nilainya Rp650 ribu untuk siswi sebagai tambahan jilbab, kalau untuk siswa tak sampai Rp650 ribu,” jelas Marlina.

Sementara dua pelajar kelas VII dari jalur mitra warga yang ditemui Aden di lokasi mengaku jika dirinya mendapat baju putih lengan panjang. Mereka juga mengaku telah membayar uang sebesar Rp685 ribu ke sekolah itu.

Sayangnya, saat itu, Kepala SMPN 7 Yulia Krisnawati tak berada di tempat karena mengikuti rapat MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) di salah satu tempat. Sementara Gatot merasa berterima kasih dengan adanya masukan tersebut. Bahkan, kata dia, ke depan pihaknya akan menata atau melakukan evaluasi agar tak ada masalah lagi.

Sekkota Surabaya Hendro Gunawan saat di gedung DPRD Surabaya menegaskan, jika penarikan untuk murid jalur mitra warga, tak dibenarkan. Karena seluruh biaya sudah ditanggung Pemkot Surabaya. (lan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO