JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Nasib tragis kembali menimpa Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Malaysia. Kali ini, nahas menimpa Yufrida Selan (19 tahun) TKI asal Desa Tupan, Batu Putih, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) yang ditemukan meninggal pada 13 Juli 2016 di rumah majikannya di Malaysia.
Jasad TKI tersebut sudah dikirim pulang ke kampung halaman korban di Desa Tupan. Namun keluarga korban begitu kaget ketika melihat kondisi mayat penuh dengan jahitan di bagian tubuhnya.
BACA JUGA:
Keluarga korban menduga, organ penting milik almarhumah sudah diambil oleh majikannya sebelum dikirim pulang ke Indonesia. Pihak keluarga pun langsung mendatangi Komisi V DPRD NTT untuk meminta kejelasan dari pemerintah melalui dewan agar menelusuri kematian Yufrida karena keluarga menemukan kondisi jenazah penuh dengan jahitan.
"Ketika jenazah kami bawa ke kampung halaman di TTS kami mengetahui bahwa tubuh anak kami Yufrinda penuh dengan bekas jahitan membentuk huruf Y dan juga beberapa luka memar di bagian tubuh lainnya," kata perwakilan pihak keluarga Melki Musu seperti dikutip dari Antara, Jumat (22/7).
Pihak keluarga, kata dia, menduga bahwa organ tubuh Yufrida sudah diambil sebelum dikembalikan kepada keluarga, karena peti jenazah dilarang untuk dibuka.
"Ketika kami paksa membuka peti untuk melihat kondisi jenazah ternyata tubuhnya penuh jahitan sehingga menjadi pertanyaan besar bagi kami keluarga mengenai kematian anak kami," katanya.
Melki Musu meminta agar pemerintah dan Kepolisian Daerah melakukan autopsi ulang terhadap jenazah sehingga dapat diketahui penyebab kematian yang sebelumnya dikabarkan dengan cara menggantung diri di rumah majikannya di Malaysia.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




