Senin, 24 Februari 2020 05:23

Banyak Perusahaan di Surabaya yang Tangguhkan THR

Sabtu, 02 Juli 2016 22:15 WIB
Editor: nur syaifudin
Wartawan: maulana
Banyak Perusahaan di Surabaya yang Tangguhkan THR
Agustin Poliana

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya, Agustin Poliana menyayangkan ada beberapa perusahaan besar yang hingga akhir bulan kemarin belum membayarkan tunjangan hari raya (THR). Padahal, sesuai Permenaker Nomor 6 tahun 2016, pembayaran THR telah melewati batas akhir H-7 Lebaran.

"Kalau mengacu pada peraturan menaker nomor 6 tahun 2016, THR harus dibayarkan H-7 Lebaran. Kami tidak segan-segan akan menindaklanjuti dan memanggil perusahaan yang melanggar, karena secara undang-undang juga menyalahi aturan," tegas Agustin Poliana.

Menurut dia, adanya kelalaian perusahaan dalam pembayaran THR bisa mengakibatkan tindakan tuntutan yang dilakukan karyawan. "Kita pasti akan tindaklanjuti, karena kesepakatan dengan Disnaker juga tidak boleh ada perusahaan yang memecat karyawannya saat menjelang Lebaran," ujar Titin, sapaan akrabnya.

Dia juga menyinggung adanya pegawai honorer di lingkungan Pemkot Surabaya yang tidak mendapatkan THR. Sebab, mereka masuk karyawan pengadaan barang dan jasa.

"Tegantung SKPD masing-masing daerah. Kalau lingkungan pemkot sudah tiga kali menjadi karyawan kontrak, seharusnya bisa dijadikan pegawai tetap," tandas Titin.

Dia menegaskan, Komisi D akan secara bersama-sama mengevaluasi kasus pelanggaran THR, dan masih adanya tenaga kerja berlabel honorer di lingkungan Pemkot Surabaya. Evaluasi itu rencananya dilaksanakan setelah Lebaran nanti.

Sementara itu, salah satu koordinator Posko Pengaduan THR LBH Surabaya dan Aliansi Buruh Jatim, Jamaluddin mengatakan, korban pelanggaran THR didominasi pekerja kontrak atau outsourcing dan harian lepas. Persentase komposisinya, buruh outsorcing sebanyak 61,24 %, kontrak, 34,24 % dan buruh tetap sebanyak 4,52 %.

"Modusnya adalah para buruh kontrak atau outsorcing, pemagang dan tenaga harian lepas yang karena statusnya dianggap bukan pegawai tetap maka THR tidak diberikan," jelas Jamaluddin kepada wartawan.

Dia menambahkan, alasan berikutnya adalah karena perusahaan dalam kondisi tidak mampu serta pekerjanya masih dalam proses PHK.

"Ada juga yang THR-nya dibayarkan terlambat, besarannya kurang dan diganti dalam bentuk barang berupa paket kue, sembako dan baju Lebaran hingga THR dicicil," urai Jamal.

Terkait THR di luar swasta dan BUMN posko juga menerima laporan dari honorer di instansi pemerintah, yaitu Dinas PU dan Jasa Marga Surabaya. Seperti diketahui, tahun ini merupakan kali pertama PNS Kota Surabaya mendapatkan gaji ke 13 dan THR.

"Seharusnya mereka juga diberikan THR mengingat PNS mulai tahun ini sudah mendapatkan THR sehingga tidak boleh ada diskriminasi. Selain itu posko juga memperoleh pengaduan kasus ketenagakerjaan yang lain, seperti kasus outsorcing, PHK, tenaga kerja asing, upah dan BPJS," ungkapnya.

Sampai kemarin, posko ini telah menerima laporan bahwa 4.404 karyawan pada 28 perusahaan di 6 kabupaten dan kota se-Jatim belum menerima THR. Sebagai tindak lanjutnya, Posko THR telah melakukan klarifikasi dan somasi terhadap 10 pemberi kerja terdiri dari 7 perusahaan swasta, dan 2 BUMN dan 1 instansi pemerintah, yang masih memiliki pegawai honorer. (lan/ns)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 21 Februari 2020 20:10 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Tuban mempunyai wisata edukasi baru berupa Taman Kelinci. Suasana Taman Kelinci yang terletak di tepi jalan Desa Mliwang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban ini begitu adem, asri, dan sejuk, karena jauh dar...
Senin, 17 Februari 2020 20:01 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanGus Sholah. Panggilan yang enak didengar. Sekaligus menyejukkan. Siapa pun yang pernah bertemu, berbincang – apalagi akrab. Pasti terkesan: santun, tawaddlu’, sederhana, egaliter dan moderat. Moderat sesungguhnya. Bukan ...
Kamis, 20 Februari 2020 11:01 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqanDan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.TAFSIR AKTUALAyat kaji 80 ...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...