Bandara Istanbul Diguncang Bom Bunuh Diri: 41 Orang Tewas, 239 Terluka

Bandara Istanbul Diguncang Bom Bunuh Diri: 41 Orang Tewas, 239 Terluka Petugas forensik melakukan penyeledikan di lokasi terjadinya ledakan di bandara Internasional Ataturk, Istanbul, turki.

Sementara itu, mayat tiga pengebom bunuh diri di bandara Ataturk, Istanbul, Turki selesai diautopsi. Otoritas Turki menyebut berdasarkan kartu identitas, ketiga pelaku diduga berkewarganegaraan asing.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (29/6), penyidik Turki masih menganalisis rekaman kamera keamanan juga keterangan saksi mata.

Keterangan saksi mata dan pernyataan otoritas setempat menyebut, salah satu pelaku melepas tembakan di terminal keberangkatan dengan senapan otomatis. Tembakan itu membuat orang-orang di sekitar lokasi berlarian dan mencari perlindungan. Ketiga pelaku kemudian meledakkan diri mereka di beberapa lokasi terpisah. Ada yang di dalam terminal keberangkatan dan ada yang di luar, tepatnya satu lantai di bawah terminal keberangkatan.

Rekaman video menunjukkan salah satu pelaku yang tengah berada di dalam gedung terminal, terkena tembakan, yang dilepaskan seorang polisi. Pelaku itu jatuh ke lantai dan orang-orang di sekitarnya terlihat berlarian. Sang pelaku kemudian meledakkan diri selang 20 detik kemudian.

"Ini seperti potongan puzzle ... Otoritas tengah memeriksa rekaman CCTV, keterangan saksi mata," tutur seorang pejabat Turki yang enggan disebut namanya.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno LP Marsudi mengatakan, sejauh ini tidak ada WNI yang menjadi korban dalam serangan tersebut.

Retno mengatakan, pemerintah Indonesia mengecam keras serangan bunuh diri yang terjadi di Turki tersebut.

"Pemerintah Indonesia mengecam serangan teror yang terjadi di Bandara Ataturk," kata Retno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (29/6).

Retno mengatakan, sejak terjadinya peristiwa nahas itu, pihak Kementerian Luar Negeri Indonesia langsung melakukan komunikasi dengan KBRI di Ankara dan juga KJRI di Istanbul.

"Berdasarkan informasi yang kita peroleh dari kedua perwakilan kita tersebut, diperoleh informasi bahwa sampai saat ini tidak terdapat WNI yang menjadi korban. Tadi pagi saya juga melakukan komunikasi dengan ketua PPI kita dan dari informasi yang diperoleh juga sama, bahwa sejauh ini tidak diperoleh informasi adanya korban WNI," kata Retno.

Retno mengimbau, kepada seluruh WNI yang ada di Turki untuk menjaga keamanan pribadi serta meningkatkan kewaspadaan. "Dan menghindari tempat-tempat keramaian yang dapat menjadi target teror serta mengikuti informasi dan aturan yang disampaikan oleh otoritas keamanan setempat," kata kRetno.

Pihak Kementerian Luar Negeri juga membuka saluran komunikasi lewat hotline yang ada di KJRI Istanbul dengan nomor +905319831534.

"Jadi sampai sekarang teman-teman di KJRI Istanbul masih bekerja untuk mendapatkan informasi lebih lanjut," kata Retno.(det/tic/kcm/lan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Ternyata 13 Oktober peringati Hari Kegagalan Sedunia':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO