Presiden Prabowo Subianto (kiri) menerima suvenir dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat jamuan makan malam di Istana Kepresidenan di Ankara, Turki, pada 10 April 2025. Foto: Antara/Galih Pradipta
ISTANBUL, BANGSAONLINE.com – Pemerintah Arab Saudi dan Turki secara tegas menolak usul Presiden Prabowo Subianto untuk mengevakuasi warga Palestina yang ada di Jalur Gaza keluar dari tanah mereka sendiri.
Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan mengatakan Riyadh secara tegas menolak segala upaya untuk memindahkan warga Palestina secara paksa dari Jalur Gaza.
BACA JUGA:
- Kunjungi Amanatul Ummah, Kementerian Pendidikan Palestina: Mereka Bunuh Kami Karena Belum Beradab
- Kiai Asep Berharap Indonesia Keluar dari BoP, Ketua PWNU Jabar: Kiai Asep Dibutuhkan NU
- Tiga Prediksi Analis Geopolitik China: Amerika Bakal Kalah Lawan Iran, Ini Alasan Logisnya
- Wamenhaj Sampaikan Haji 2026 Tetap Jalan Sesuai Rencana, Ajak Masyarakat Doa Demi Kelancaran
"Kami dengan tegas menolak pemindahan warga Palestina dari Gaza dalam bentuk apapun," ujar Pangeran Faisal dalam konferensi pers setelah pertemuan Kelompok Kontak Gaza yang diadakan di sela-sela Forum Diplomasi Antalya di Turki, Jumat (11/4).
Pangeran Faisal bahkan mengutuk segala bentuk rencana dan usulan untuk meminta warga Gaza meninggalkan tempat tinggal mereka. Ia justru mendorong dilakukan gencatan senjata.
"Pembicaraan tentang migrasi sukarela tidak dapat diterima ketika warga Palestina kehilangan kebutuhan hidup paling dasar," tegas Pangeran Faisal seperti dikutip dari kantor berita Turki Anadolu Agency.
Sikap tegas pemerintah Arab Saudi itu sama dengan sikap pemerintah Turki. Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan secara tegas menolak rencana apa pun yang bertujuan memaksa warga Palestina meninggalkan tanah air mereka. Ia malah meminta Israel untuk segera mengumumkan gencatan senjata.
"Kami menolak semua rencana yang bertujuan memaksa warga Palestina meninggalkan tanah air mereka. Kami mendukung pembentukan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, berdasarkan perbatasan tahun 1967," tegas Hakan Fidan mengungkapkan sikap pemerintah Turki.
Sebelumnya, Mesir juga menyatakan menolak. Mesir menegaskan sikap tegas: tidak akan menerima pemindahan warga Palestina dari Jalur Gaza ke wilayahnya, termasuk ke Semenanjung Sinai. Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi secara terbuka menyatakan penolakannya dalam konferensi pers bersama Kanselir Jerman Olaf Scholz di Kairo, Rabu, 18 Oktober 2023.
"Kami tidak akan kompromi dalam perjuangan rakyat Palestina," ujar al-Sisi seperti dikutip Anadolu. Ia menegaskan bahwa jutaan warga Mesir mendukung sepenuhnya sikap resmi pemerintah tersebut.
Al-Sisi bahkan mengusulkan alternatif: jika memang harus ada relokasi sementara, maka itu sebaiknya dilakukan ke Gurun Negev—wilayah yang berada dalam teritori Israel—hingga operasi militer Israel selesai.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




