Selasa, 20 Agustus 2019 13:12

Kebijakan Aneh Sekolah Negeri Pare Kediri, Ambil Rapor Harus Lunas PBB

Sabtu, 11 Juni 2016 23:06 WIB
Editor: nur syaifudin
Wartawan: arif kurniawan
 Kebijakan Aneh Sekolah Negeri Pare Kediri, Ambil Rapor Harus Lunas PBB
Surat edaran yang menghimbau agar dalam pengambilan rapot, wali murid membawa surat pelunasan PBB.

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Ada yang aneh soal pengambilan rapor di sekolah negeri Kecamatan Pare, Kediri. Di sana, beredar surat edaran dari camat Pare kepada sejumlah wali murid yang menyebutkan, jika dalam pengambilan rapor mereka diminta membawa bukti pelunasan pajak bumi dan bangunan (PBB). Ini terjadi di hari terakhir proses belajar mengajar sebelum pengamilan rapor.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Sunaryo, sangat terkejut dengan surat edaran itu. “Saya nggak pernah mengeluarkan surat tersebut, dan tidak pernah menyuruh pihak sekolah memaksa wali murid membayar PBB,” katamua saat dihubungi melalui telepon selulernya, Sabtu (11/6). Lebih Lanjut Sunaryo menjelaskan, selama ini dia tidak berkordinasi dengan pihak kecamatan terkait PBB. “ Saya juga nggak pernah berkordinasi dengan Bu camat,” imbuh Sunaryo.

Untuk diketahui, surat edaran pada wali murid tersebut mengatakan, pihak sekolah hanya meneruskan imbauan dari kecamatan Pare. Adapun wali murid yang menerima surat edaran tersebut diantaranya; wali murid yang putra putrinya bersekolah di SMPN 1,2,3,4 dan SMA Negeri 1 dan 2 di Kecamatan pare Kabupaten Kediri.

Terpisah, Camat Pare Kabupaten Kediri Anik Wuryani mengakui kebijakan itu memang dia yang membuat. Kebijakan itu, tak hanya bagi siswa yang akan menerima rapor. Tetapi namun juga bagi siswa yang ikut PPDB 2016, juga harus melampirkan pelunasan PBB.

Saat dihubungi melalui telepon selulernya, Anik Wuryani mengaku enggan disebut melakukan intervensi kepada dunia pendidikan atas program tersebut. Dalam edaran itu, sifatnya hanya sebatas imbauan. “Bukan intervensi, tapi sifatnya imbauan. Saya berkordinasi dengan enam kepala sekolah, dan menghimbau agar dilakukan surat edaran pada wali murid,” kata dia.

Anik menjelaskan, dirinya berani mengambil langkah tersebut karena capaian atau target PAD Kecamatan Pare terkait pelunasan PBB belum maksimal. “Target saya masih dapat 40 persen untuk PBB. Otomatis untuk menggenjot target capaian PBB, saya berinisiatif dan berkordinasi dengan sekolahan. Harapannya, capaian pelunasan PBB nantinya bisa 90 persen. Lagi pula hasil pajak kan juga kembali ke masyarakat,” ujar dia.

Anik juga mengaku kebijakan tersebut diambil tanpa adanya kordinasi dengan kepala dinas pendidikan Kabupaten Kediri. Dia hanya berkoordinasi dengan kepala sekolah yang ada di Kecamatan Pare. “Saya tidak kordinasi dengan dinas, malah nanti kelihatan kemoncolan (terlalu berlebihan), cukup dengan pemangku wilayah Pare saja,” imbuh Anik

Dia beralasan, kebijakan yang diambil tersebut tidak berbenturan dengan undang undang pendidikan yang ada. ”Kita cuma ingin PBB Kecamatan Pare bisa target,” pungkas Anik. (rif/ns)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...