Bagi Bupati, WTP kali ini merupakan tonggak yang harus bisa ditradisikan setiap tahun. "Memang ini sebuah pekerjaan berat, tapi ini merupakan tantangan bagi kita semua," terangnya.
Sementara Kabag Humas Pemkab Gresik, Suyono mengatakan, raihan WTP dari BPK ini istimewa. “Sebelumnya laporan keuangan Pemkab Gresik hanya mendapat opini wajar dengan pengecualian (WDP). Saya katakan tahun ini adalah luar biasa," terangnya.
Saat tasyakuran, Bupati mengajak semua pejabat dan tamu undangan untuk mencicipi aneka makanan khas Gresik yang telah disuguhkan. Aneka makanan khas Gresik tersajikan di antaranya sego (nasi) mener, bubur harisah, nasi krawu, dan minuman legen.
Suasana tasyakuran itu makin terlihat cair saat Bupati melontarkan joke-joke segar terhadap koleganya, Ketua DPRD Gresik, Abdul Hamid.
“Ini kuliner khas favorit pak Ketua DPRD. Sajian sego mener ini kami persembahkan khusus untuk pak Hamid," ujar Bupati yang mengaku sejak remaja berkumpul dan bersahabat dengan ketua DPRD Gresik Abdul Hamid. “Ini nuruti panjenengan pak Hamid,” tambah Bupati.
Sebelumnya, Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto menerima hasil Laporan Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas laporan Keuangan Pemerintah Daerah dengan mendapat predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Penyerahan sertifikat opini WTP dilakukan oleh Kepala Perwakilan BPK Jawa Timur, Heru Dwijanto di kantornya, Surabaya, Selasa (31/5).
Penghargaan itu tentu disambut dengan bangga oleh Bupati Sambari. Sebab, Sebelumnya, Gresik selalu mendapat opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP).
Perbaikan predikat ini tidak lepas dari desakan perbaikan manajemen yang dilakukan oleh Bupati. Ada perubahan besar dan mendasar berupa perbaikan pada pengelolaan dan manajemen aset daerah dengan lebih detail. (hud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




