Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa saat memberikan kuliah umum di depan ribuan santri di GOR Said Chasbullah, Tambakberas, Jombang, Minggu (15/5). foto: BANGSAONLINE
JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Menjelang datangnya bulan suci ramadhan tahun ini, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa tetap berkomitmen menutup lokalisasi yang masih beroperasi di berbagai daerah. Hingga kini, empat dari 99 tempat asusila itu sudah ditutup oleh Mensos.
Empat lokalisasi yang sudah ditutup tersebut berada di Tangerang Provinsi Banten, Mojokerto Provinsi Jawa Timur, dan dua di Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur.
BACA JUGA:
- Kunker ke Pamekasan, Mensos Gus Ipul Bakal Evaluasi Usai Dugaan 40 Persen Bansos Tak Tepat Sasaran
- Disambut Wali Kota Pasuruan, Gus Ipul Salurkan 1.500 Paket Sembako dan Resmikan Masjid KHAS
- Mensos Dorong 5 Juta Penerima PKH di Jatim Jadi Anggota Koperasi Desa Merah Putih
- Di Sidoarjo, Mensos Gus Ipul Ajak Jajaran di Sidoarjo Jihad Pemutakhiran DTSEN
"Untuk di Jawa Timur, hanya ada satu lokalisasi, yakni di Mojokerto yang akan ditutup menjelang datangnya bulan suci Ramadan tahun ini," kata Khofifah saat mengadiri peringatan Satu Abad PPBU (Pondok Pesantren Bahrul Ulum) Tambakberas Jombang, Jawa Timur, kemarin (15/5).
Ia melanjutkan, sisa lokalisasi itu pihaknya menargetkan tuntas ditutup pada 2019. Adapun yang di Mojokerto, Wali Kota setempat sudah berkirim surat menyampaikan persiapan penutupan menjelang Ramadan. Sama halnya dengan Bupati Tangerang yang sudah melakukan langkah serupa.
"Untuk yang di Kukar Kaltim, dari 12 lokalisasi, dua di antaranya sudah tutup," pungkasnya. (jbg1/dio/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




