Rabu, 08 Juli 2020 08:51

PKL di Taman Bunga tak Kunjung Direlokasi, Pemkab Sumenep Dinilai Abaikan Perda RDTRW

Jumat, 29 April 2016 15:17 WIB
PKL di Taman Bunga tak Kunjung Direlokasi, Pemkab Sumenep Dinilai Abaikan Perda RDTRW
Salah satu PKL di Taman Bunga Sumenep sedang menunggu pembeli. foto: rahmatullah/ BANGSAONLINE

SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, dinilai mengabaikan Peraturan Daerah (Perda) Tentang Rencana Detail Tata Ruang Wilayah (RDTRW) Perkotaan Nomor 3 Tahun 2014 Tentang Tata Ruang Perkotaan. Pasalnya, hingga saat ini pemerintah tidak kunjung merelokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di seputaran Taman Bunga (TB).

”Lokasi tersebut masuk dalam kawasan ruang terbuka hijau yang tidak boleh ditempati PKL,” kata Afifi Rahmat Esek Pengamat Lingkungan Hidup dari Lembaga Study Kajian Umat dan Bangsa (El-Stub).

Saat ini menurutnya, pemeritnah daerah terkesan tidak memperdulikan keberadaan zona hijau. Padahal di Sumenep keberadaan RTH tidak sesuai dengan Undang-Undnag (UU) Nomor 6/2007 tenang Rung Terbuka Hijau. UU tersebut mengamanahkan 30 persen dari luas area perkotaan harus terpenuhi. Sementara saat ini di Sumenep hanya tersedia sekitar 3,9 persen.

”Mestinya pemerintah daerah tidak hanya memikirkan jangka pendek, selayaknya pemerintah mengedepankan masa panjang. Jika PKL tidak segera direlokasi, maka zona hijau itu tidak pernah steril. Ini kan suatu bentuk pengabaian pemerintah terhadap peraturan,” tegasnya.

Kendati demikian, pihaknya meminta sebelum merelokasi PKL Pemerintah Daerah terlebih dahuhulu menyediakan tempat. Sehingga, perekonomian para PKL tidak mati.

”Cari tempat yang steril dulu, baru dipindah. Bagi kami semakin cepat direlokasi, itu lebih baik,” tegasnya.

Sementara Waki Bupati Sumenep A Fauzi mengatakan saat ini pemerintah daerah telah siap untuk merelokasi para PKL. Sehingga pemerintah tinggal menunggu waktu yang tepat. ”Kalau eksekusinya sudah siap,” katanya.

Kenapa belum dilakukan? Orang nomor dua di lingkungan Pemkab Sumenep itu mengaku masih ada persoalan yang harus diselesaikan. Salah satunya semua PKL masih ingin memberikan opsi atau masukan kepada pemerintah daerah. ”Kita harus dengar juga masukan dari PKL, kan begitu,” katanya.

Ditanya eksekusi PKL hingga bulan Ramadan, Fauzi enggan untuk memberikan kejelasan secara detail. ”Kita tunggu saja,” tegasnya. (jiy/fay/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Rabu, 01 Juli 2020 18:44 WIB
Oleh Fandi Akhmad Yani (Gus Yani)*Kring... Kring.. Kring.. "Hallo Pak Ketua". Terdengar suara lirih dari depan kantor DPRD Gresik saat saya keluar dari kantor. Adalah Mbah Amang Genggong. Sudah menjadi kebiasaannya setiap kali melintas di depan ged...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Jumat, 03 Juli 2020 22:23 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...