Upps! Kehilangan Keperawanan ternyata Faktor Genetika

Upps! Kehilangan Keperawanan ternyata Faktor Genetika Kehilangan keperawanan adalah sebuah pilihan dan keberanian, yang dipengaruhi faktor genetika. foto: repro mirror.co.uk

Islandia memiliki sosok termuda, dengan usia rata-rata kehilangan keperawanan di usia 15,6 tahun. Di negara-negara seperti India, Malaysia dan Vietnam, termasuk Indonsia rata-rata di usia antara 19 dan 20.

Lebih dari 380.000 orang ambil bagian dalam studi, yang menemukan perbedaan DNA memainkan peran dalam memulai pubertas, kehilangan keperawanan, dan memutuskan menikah.

Peneliti menganalisis genom 59.357 pria dan 66.310 wanita, berusia 40 hingga 69, dari studi kesehatan Biobank Inggris, dan diidentifikasi 38 varian yang terkait dengan usia saat hubungan seksual pertama.

"Sedangkan faktor sosial dan budaya jelas relevan. Namun gen bertindak pada masa kematangan fisik. Satu contoh adalah varian genetik di CADM2 - gen yang mengontrol koneksi sel otak dan aktivitas otak. Ternyata, memiliki kepribadian berani mengambil risiko dibanding dengan usianya, keputusan untuk melepas keperawanan termasuk di dalamnya,” kata Ahli Epidemiologi Dr John Perry.

Dalam studi sebelumnya oleh tim yang sama, ditemukan pubertas dini dikaitkan dengan peningkatan risiko jangka panjang untuk penyakit seperti diabetes, penyakit jantung dan beberapa jenis kanker.

Sumber: mirror.co.uk

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Terbukti! Cara ini Basmi Kecoa di Mobil Anda':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO