Petugas Polres Gresik saat melakukan olah TKP. foto: syuhud/ BANGSAONLINE
Sementara Kasatreskrim Polres Gresik, AKP Heru Dwi Purnomo mengatakan, kejadian pembobolan toko emas dilakukan antara pukul 15.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Sebab, setelah waktu itu kondisi pasar cukup ramai hingga malam hari. Kemudian ada penjaganya hingga pagi hari.
“Jadi kalau melihat olah TKP dan pemeriksaan para saksi, kemungkinan kondisi pasar yang sepi terjadi sore hari. Setelah itu kondisi pasar cukup ramai,” jelasnya.
Heru optimis bakal mampu mengungkap komplotan yang diduga merupakan spesialis pembobol toko emas atau brankas itu. Sebab, hasil olah TKP, tim penyidik menemukan korek api bergambar Alfamart, tabung elpiji 3 kilogram yang dipakai untuk ngelas, besi kubut atau linggis yang dipakai untuk membuka berankas, gembok dan kaos warna cokelat.
"Sayangnya di lokasi tidak ada CCTV. Namun, kami optimis akan mampu mengungkap dengan berbekal barang bukti yang kami dapatkan di TKP,” kata AKP Heru.
Selain itu, tim juga sudah mengantongi sidik jari para pelaku yang teridentifikasi di kotak kaca, timbangan emas dan botol air mineral yang tertinggal. Bahkan, prediksi bahwa pelaku terdiri dari empat orang yaitu satu perempuan dan tiga laki-laki.
Bahkan, di antara saksi ada yang sempat melihat orang yang melintas di depan toko emas. Dia bercirikan punya bekas luka di bawah mata. Satu lagi pelakunya berkepala botak, berkumis, kulitnya putih dan berkaca mata.
"Kami masih melakukan koordinasi. Semoga dalam waktu dekat kami bisa mengungkap pelaku secepatnya,” pungkasnya. (hud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




