Selasa, 20 Agustus 2019 02:20

Aliansi BEM Malang Raya Ancam Duduki Kantor Pemerintahan Jika Jokowi-JK Tak Cabut Revisi UU KPK

Senin, 04 April 2016 20:56 WIB
Aliansi BEM Malang Raya Ancam Duduki Kantor Pemerintahan Jika Jokowi-JK Tak Cabut Revisi UU KPK

MALANG, BANGSAONLINE.com - Aliansi Badan Ekesekutif Mahasiswa (BEM) se-Malang, Jawa Timur, menilai pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla tidak memiliki sikap yang tegas terkait revisi UU KPK. Penundaan pembahasan RUU KPK, dipandang bukanlah merupakan solusi yang tepat.

"Pemerintahan Indonesia yang dikomandoi oleh Jokowi-JK tidak punya sikap tegas, dia (Jokowi) menunda pembahasan RUU KPK, bukan merupakan solusi. Justru kesannya ingin mengelabui publik agar lupa akan hal ini," Kata Riyanda Barmawi, Koordinator BEM Malang Raya, dalam siaran persnya yang diterima BANGSAONLINE, usai menggelar acara Dialog Nasional bertema 'Revisi UU KPK, antara Penguatan dan Pelemahan' yang digelar di Universitas Tribuana Tungga Dewi, Malang, Jawa Timur, Senin (4/4).

Menurutnya, sikap Jokowi-JK dan elit-elit negara telah melukai cita-cita reformasi.

Semestinya rencana revisi UU KPK harus dibatalkan, bukan ditunda. Karena terdapat beberapa pasal yang sengaja dibuat untuk melemahkan KPK. Baginya, KPK harus dikuatkan, bukan malah dilemahkan, karena lembaga tersebut telah berhasil menyelamatkan uang negara hingga Rp 200 Triliun.

"Ini merupakan angka yang besar dan sangat fantastis, sehingga sangat tidak tepat bila Revisi UU KPK cenderung mengkebiri kewenangan KPK," tegas Ryan.

Di akhir acara konsolidasi ini BEM-Malang Raya juga menggelar deklarasi, salah satu poinya adalah BEM Malang Raya akan terus mengawal KPK.

Riyanda juga mengingatkan apabila terdapat person dari institusi KPK yang terlibat dalam politik praktis silakan diproses. "Jangan institusinya yang dihabisi," katanya.

Poin lainnya adalah BEM Malang Raya memberikan ultimatum kepada pemerintah, mereka akan menduduki kantor-kantor pemerintahan apabila dalam tempo 1x7 hari RUU KPK tidak dicabut.

"Apabila dalam 1 kali 7 hari RUU KPK tidak di cabut, maka kami akan menduduki kantor-kantor pemerintahan," tegasnya. (jkt1/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...