Hendro Wardono dari BPBD Jatim saat melihat ketinggian air di papan duga TBS. (foto: eky nurhadi/ BANGSAONLINE)
Meski di dekat papan duga Taman Bengawan Solo Bojonegoro sudah ada alat peringatan dini banjir (early warning) milik UPT. Bengawan Solo, namun pihaknya masih akan memasang alat peringatan dini banjir di TBS.
Bedanya, alat yang kini terpasang itu masih manual, atau jika air pada posisi siaga tiga baru berbunyi. Sedangkan alat dari Jepang itu dapat mengupdate ketinggian air setiap detiknya.
Hendro menambahkan, melihat tingginya debit air di wilayah hulu itu, wilayah di Bojonegoro yang akan terdampak banjir bisa jadi bertambah. Jika banjir beberapa hari kemarin merendam sedikitnya 367 desa yang tersebar di 11 Kecamatan, kali ini diprediksi akan bertambah.
"Itu masih sebatas prediksi, yang pasti banjir di Bojonegoro sudah masuk kategori darurat," katanya. Sementara itu, ketinggian air Bengawan Solo sesuai laporan UPT. PSDA di wilayah Bojonegoro pada pukul 11.00 WIB tadi pada titik 14.20 diatas permukaan air laut (Dpl).
Belum ada tanda kenaikan pada pukul 12.00 WIB tadi, yakni tetap posisi 14.20 (Dpl) atau siaga dua. Meski demikian, saat ini puluhan desa di beberapa kecamatan sudah tergenang air. Seperti Kelurahan Ledok Etan, Bojonegoro, Ngablak Dander dan Bogo Kecamatan Kapas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




