Kamis, 14 November 2019 05:50

Razia Pelajar Bolos di Kediri, 24 Siswa Terjaring, Diminta Hormat kepada Merah Putih

Selasa, 19 Januari 2016 19:13 WIB
Razia Pelajar Bolos di Kediri, 24 Siswa Terjaring, Diminta Hormat kepada Merah Putih
Para pelajar yang terjaring petugas Satpol PP Kabupaten Kediri saat dihukum. foto: arif kurniawan/ BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 24 pelajar tingkat SMP dan SMA terjaring razia yang digelar petugas Satpol PP Kabupaten Kediri, Selasa (19/1) pagi. Mereka diamankan dari sejumlah warung dan tempat penyewaan play station (PS).
Kasi Trantib Satpol PP Kabupaten Kediri Totok Laminarto mengatakan, razia kali ini digelar dengan sandi 'operasi cendikia'. Sasaran operasi adalah para pelajar yang membolos atau meninggalkan sekolah pada jam pelajaran.
"Para pelajar yang terjaring razia kami bawa ke Dinas Pendidikan untuk dilakukan pendataan. Setelah itu mereka kita hukum baris berbaris agar lebih disiplin. Mereka juga kita minta menghormati bendera sambil menyanyikan Lagu Indonesia Raya," kata Totok Laminarto.
Operasi cendikia ini dimulai dari Kantor Satpol PP Kabupaten Kediri yang ada di Pemkab Kediri. Petugas kemudian mendatangi Objek Wisata Sumber Dlopo. Di kawasan wisata air ini, sebanyak sembilan pelajar yang tengah nongkrong di warung diamankan.
"Di Sumber Dlopo, salah satu di antaranya remaja putri yang mengaku meninggalkan sekolah untuk mengambil uang," imbuh Totok.
Razia dilanjutkan ke kawasan Terminal Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri. Tetapi di lokasi, petugas tidak menemukan pelajar bolos sekolah. Setelah itu, petugas menyisir warung-warung yang berada di sekitar terminal.
Dari sebuah tempat penyewaan PS, tiga pelajar berhasil ditemukan. Selain itu, di belakang warung makan Dragon juga ditemukan para pelajar yang tengah asyik menikmati minuman kopi. Seluruhnya langsung diangkut menggunakan mobil truk Satpol PP.
Saat hukuman baris berbaris, sejumlah pelajar ternyata diketahui ada yang tidak memakai ikat pinggang. Petugas pun kemudian meminta mereka mengikat dengan tali rafia.
Satpol PP langsung memanggil pihak sekolah dari masing-masing pelajar yang terjaring. Petugas juga meminta pelajar membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya. (rif/rev)

Badai Kembali Terjang Ngawi, Panggung dan Tenda untuk Lomba Panahan di Alun-alun Porak Poranda
Sabtu, 09 November 2019 00:05 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Hujan disertai angin kencang kembali memporak-porandakan Kabupaten Ngawi, Jumat (8/11) sore. Kali ini badai angin menerjang wilayah alun-alun dan sekitarnya, yang kebetulan sedang digelar lomba panahan....
Selasa, 05 November 2019 19:40 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Taman Mozaik yang berada di Jalan Wiyung Praja Surabaya ini menambah rentetan panjang destinasi wisata taman aktif di Surabaya. Lahan yang sebelumnya rawa-rawa itu disulap Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menjadi taman y...
Rabu, 06 November 2019 12:44 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Para elit NU struktural tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu. Kekecewaan itu dieskpresikan secara terbuka oleh Wakil Ketua PB...
Rabu, 13 November 2019 10:38 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...