Sabtu, 21 September 2019 14:52

Razia Pelajar Bolos di Kediri, 24 Siswa Terjaring, Diminta Hormat kepada Merah Putih

Selasa, 19 Januari 2016 19:13 WIB
Razia Pelajar Bolos di Kediri, 24 Siswa Terjaring, Diminta Hormat kepada Merah Putih
Para pelajar yang terjaring petugas Satpol PP Kabupaten Kediri saat dihukum. foto: arif kurniawan/ BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 24 pelajar tingkat SMP dan SMA terjaring razia yang digelar petugas Satpol PP Kabupaten Kediri, Selasa (19/1) pagi. Mereka diamankan dari sejumlah warung dan tempat penyewaan play station (PS).
Kasi Trantib Satpol PP Kabupaten Kediri Totok Laminarto mengatakan, razia kali ini digelar dengan sandi 'operasi cendikia'. Sasaran operasi adalah para pelajar yang membolos atau meninggalkan sekolah pada jam pelajaran.
"Para pelajar yang terjaring razia kami bawa ke Dinas Pendidikan untuk dilakukan pendataan. Setelah itu mereka kita hukum baris berbaris agar lebih disiplin. Mereka juga kita minta menghormati bendera sambil menyanyikan Lagu Indonesia Raya," kata Totok Laminarto.
Operasi cendikia ini dimulai dari Kantor Satpol PP Kabupaten Kediri yang ada di Pemkab Kediri. Petugas kemudian mendatangi Objek Wisata Sumber Dlopo. Di kawasan wisata air ini, sebanyak sembilan pelajar yang tengah nongkrong di warung diamankan.
"Di Sumber Dlopo, salah satu di antaranya remaja putri yang mengaku meninggalkan sekolah untuk mengambil uang," imbuh Totok.
Razia dilanjutkan ke kawasan Terminal Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri. Tetapi di lokasi, petugas tidak menemukan pelajar bolos sekolah. Setelah itu, petugas menyisir warung-warung yang berada di sekitar terminal.
Dari sebuah tempat penyewaan PS, tiga pelajar berhasil ditemukan. Selain itu, di belakang warung makan Dragon juga ditemukan para pelajar yang tengah asyik menikmati minuman kopi. Seluruhnya langsung diangkut menggunakan mobil truk Satpol PP.
Saat hukuman baris berbaris, sejumlah pelajar ternyata diketahui ada yang tidak memakai ikat pinggang. Petugas pun kemudian meminta mereka mengikat dengan tali rafia.
Satpol PP langsung memanggil pihak sekolah dari masing-masing pelajar yang terjaring. Petugas juga meminta pelajar membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya. (rif/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Jumat, 13 September 2019 23:27 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...