Liburan Maut di Bajul Mati Malang: 3 Wisatawan Hilang, 2 Nyawa Melayang

Liburan Maut di Bajul Mati Malang: 3 Wisatawan Hilang, 2 Nyawa Melayang Keluarga korban ketika menunggui di Kamar Mayat RSSA Malang. foto: metrotvnews.com

Arif mengaku, ke delapan temannya terseret arus. Sementara korban terpisah. “Mungkin kami semua kelelahan. Soalnya sudah cukup lama berada di pinggir pantai dan bermain air,” bebernya.

Saat kejadian, Arif mengatakan tidak melihat penjaga pantai. Hanya petugas parkir yang bisa dimintai bantuan kala itu. Sementara itu, sebelum kejadian, Najib sempat dilarang oleh ibu korban untuk merayakan tahun baru di pantai. Namun, larangan sang ibu diabaikan.

"Bilangnya tadi malam pamit ke ibunya, tapi ibu Najib melarangnya berangkat," aku tetangga korban, di KM RSSA, Jumat (1/1).

Sementara itu, Kepala Sub-Seksi Penanggulangan Bencana PMI, Muji Utomo, menyayangkan wisatawan yang berlibur mengabaikan larangan petugas pantai.

"Sudah dilarang dan diminta tidak terlalu menengah, tapi wisatawan terlalu meremehkan," sesal dia.

Diketahui, Najib merupakan anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan Agus Fatiqi dan Puji Astuti. Ia terdaftar sebagai mahasiswa semester satu Fakultas Tehnik Universitas Muhammadiyah (UMM).

Pantauan, saat jenazah tiba di kamar mayat (KM) RSSA , kedua orang tua, adik dan saudaranya menangis histeris. Usai diotopsi, korban segera dibawa ke Sidoarjo untuk dimakamkan. (jat/mtv/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Warung Bebek Goreng H. Slamet di Kota Malang Terbakar':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO