Herman Hery. foto: tempo.co
Albert menjelaskan, kepolisian di seluruh Indonesia memang melakukan operasi penyakit masyrakat atau Pekat terkait pengamanan Natal. Operasi itu berakhir pada 20 Desember lalu.
"Saya pastikan itu nomor H. Ini tidak etis. Pas perayaan natal yang harusnya hati kita berbagi rasa dengan damai, saya justru dapat kado seperti ini," terang Albert yang dikutip dari detikcom, Senin (28/12/2015) malam.
Namun anggota DPR Herman Hery membantah. Politisi PDIP yang duduk di Komisi Hukum ini mengaku bukan dia yang memaki dan mengancam AKBP Albert, tetapi stafnya.
"Soal pembicaraan staf saya dengan AKBP Albert, saya tidak tahu. Saya mendapat laporan Albert marah, dengan mengatakan "apa urusannya!"," kilah Herman, Selasa (29/12/2015).
"Jadi begini, di tanggal 25 Desember hari natal dan masa reses saya sebagai anggota komisi III, saya berada di NTT, Kota Kupang. Pada malam hari saya sedang menerima masyarakat ke tempat saya. Nah malam hari itu ada beberapa masyarakat yang mengadu ke saya terkait tindakan anggota Polda NTT AKBP Albert Neno," terang Herman.
Herman menjelaskan, polisi melakukan operasi penyitaan, menyita minuman bir di warung-warung dan ruko-ruko milik warga. Alasan penyitaan itu sesuai dengan peraturan menteri perdagangan yang lama Rahmat Gobel, bahwa minuman keras kelas A jenis bir tidak boleh dijual di toko-toko dan warung.
"Menurut masyarakat, aturan yang lama itu sudah diubah oleh menteri perdagangan yang baru Thomas Lembong, dengan surat edaran Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, di mana kebijakan melarang itu dicabut. Penjualan minuman di warung-warung disesuaikan kondisi daerah masing-masing dengan koordinasi kepala daerah setempat," jelas dia.
Lansiran tempo.co, Herman Hery menolak berkomentar atas laporan Kepala Subdirektorat 2 Direktorat Narkoba Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur Ajun Komisaris Besar Albert Neno ke Polda NTT. Ia bahkan mengaku berada di Singapura. Herman dilaporkan oleh Albert pada Sabtu kemarin atas tuduhan mengancam dan memfitnah yang diduga dilakukan oleh Herman kepada Albert.
"Saya sedang di Singapura, merawat orang tua saya yang sakit. Kalau saya sudah di Jakarta, anda bisa kontak saya lagi," kata politikus dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tersebut saat dihubungi pada Senin, 28 Desember 2015.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




