Kambing bermata satu milik Tanjio yang menggegerkan warga Sonobekel Nganjuk. foto: soewandito/ BANGSAONLINE
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Lahirnya anak kambing bermata satu milik Tanijo (55) di Dusun Klempun Desa Sonobekel Kecamatan Tanjunganom menggerkan warga desa setempat. Kelahiran anak kambing tersebut cepat menyebar ke desa tetangga sehingga dalam sekejap rumah Tanijo dipenuhi pengunjung yang ingin menyaksikan dari dekat anak kambing bermata satu tersebut.
Berawal dari seekor kambing yang dibeli oleh Tanjio dalam keadaan hamil. "Sebelumnya saya bermimpi, kambing saya beranak dan mati, tiba-tiba hari Senin kemarin sekitar pukul 09.00.WIB, kambing saya beranak sungguhan, dan anak kambing saya matanya satu. Orang-orang menyebutnya mirip Dajjal," kata Tanijo, Selasa (8/12).
BACA JUGA:
- Film Pesta Babi di Nganjuk Disambut Antusias Penonton
- HUT ke-1089 Nganjuk, Bupati Tekankan Sejarah Manusuk Sima dan Ajak Warga Bersinergi
- Bupati Kediri, Jombang dan Nganjuk Rembug Pembangunan Flyover Mengkreng
- Pasar Murah di Nganjuk Diserbu Warga, Gubernur Khofifah: Kendalikan Inflasi, Stabilkan Harga Bapok
Menurut Tanijo, semenjak dilahirkan, anak kambing bermata satu itu belum bisa menyusu induknya. Sehingga, saat anak kambing itu ingin menyusu, dia harus memerah susu induknya lalu dimasukkan dalam botol (dot) untuk diminumkan ke anak kambing tersebut. "Ya seperti bayi itu, saya harus telaten agar bisa minum susu induknya," ungkapnya.
Tanijo berharap, anak kambing bermata satu itu dapat hidup dan tumbuh dewasa. Setelah besar nanti, dia tidak berkeinginan untuk menjualnya. Sebab, kata Tanjio, kambing bermata satu itu sebagai pengingat jika suatu saat nanti pasti akan turun Dajjal di muka bumi ini. "Ditawar berapapun, tidak akan saya jual," jelasnya.
Sementara, Kasi Kesehatan Hewas Dinas Peternakan Kabupaten Nganjuk, Rudiyah mengatakan, cacat sejak lahir yang dialami oleh hewan kambing bermata satu tersebut diakibatkan karena faktor perkembangan genetika yang tidak normal. "Biasanya dialami karena saat perkawinan buatan kurang bersih dan kurang steril sehingga dalam pembuahan kurang sempurna," terangnya.
Dikatakan oleh Rudiah, biasanya hewan yang mengalami cacat seperti kambing bermata satu ini tidak akan berumur panjang. Karena ada beberapa organ tubuhnya tidak dapat berfungsi dengan normal. "Misalnya saja, anak kambing bermata satu itu sulit untuk makan dan menyusu induknya, sehingga dimungkinkan tidak akan bertahan hidup," jelasnya. (dit/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




