RICUH: Kondisi Kongres HMI di Gelanggang Remaja. Pimpinan sidang harus dievakuasi dari amukan massa. foto: sindonews
Sebelumnya, kongres XXIX HMI yang berlangsung Jumat (4/12/2015) dinihari berubah mencekam. Pasalnya interupsi peserta kongres yang tak terima dengan ketetapan putusan Pleno III dari pimpinan sidang tidak digubris.
Walhasil, ratusan massa kongres langsung menyerbu para pimpinan sidang yang duduk di depan. Mayoritas massa yang melakukan penyerangan ini, adalah peserta dari Sulawesi. Merekapun melempar kursi dan meja ke arah pimpinan sidang, yang selanjutnya dibalas dengan lemparan kursi dari pihak pengamanan sidang.
Pantauan GoRiauCom, ada beberapa orang peserta yang terkena lemparan kursi yang mayoritas terbuat dari besi. Sedangkan potongan meja, mereka jadikan senjata untuk memukul, yang juga terbuat dari besi. Ada yang berhasil menyelamatkan diri, dan sebagian terkena bulan-bulanan benda-benda tumpul.
Aksi bahkan kian memanas, saat massa yang menyaksikan turut menyerang. Tak pelak, suasana sangat gaduh dan perang kursi dan besi tak bisa dihindarkan. Tragisnya, peserta wanita terkurung di antara kericuhan tersebut. Sebagian menangis, dan ada juga yang berteriak histeris, lantaran tak tahu harus berbuat apa.
Kalah massa, pihak pengamanan akhirnya menggiring pimpinan sidang ke ruang evakuasi dan menutup pintu. Melihat itu, massa kian beringas dan melempari apa saja benda yang didapat, agar pintu terbuka, namun tetap saja tak bisa dijebol. Lalu massa merangsek keluar dari pintu alternatif dan mengejar sampai keluar.
Setelah di luar, kericuhan masih saja terjadi, walau sudah ditenangkan pihak kepolisian. Massa ini bahkan berteriak-teriak dan mencaci maki mengeluarkan sumpah serapahnya. Mereka juga menutup akses pagar keluar gerbang Gelanggang Remaja, dengan harapan sasaran mereka tidak meloloskan diri.
Yang lebih miris, sebagian massa yang terkepung di dalam arena kongres terpaksa memecahkan pintu kaca, agar bisa keluar dari pintu belakang gedung dan meloloskan diri dari amukan tanpa sasaran ini. (goriau)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




