Petugas bank sampah binaan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Kediri saat merajut bungkus plastic bekas kopi bubuk untuk dijadikan tas cantik. foto: arif kurniawan/ BANGSAONLINE
Dia berharap dengan adanya Bimtek ini, para kader Bank Sampah bisa memanfaatkan sampah anorganik dengan baik. Sehingga, bisa mengurangi volume sampah di wilayah Kota Kediri dan bisa meningkatkan kesejahteraannya khusunya para pengurus Bank Sampah
Pantauan bangsaonline.com, kegiatan Bimtek bertema “Dengan Bimtek Persampahan Kita Tingkatkan Peran Serta Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Menuju Indonesia Bebas Sampah 2020” itu mendapat respon positif dari seluruh peserta. Selain menambah ilmu ketrampilan, bimtek juga bermanfaat untuk membantu perekonomian masyarakat.
"Saya rasa sangat baik sekali ya, peserta sangat antusias mengikuti. Betul-betul bermanfaat baik dari segi materi yang disampaikan, maupun dari ketrampilan yang dihasilkan," kata Ria, pengurus Bank Sampah Kelurahan Dandangan Kecamatan Kota.
Menurutnya, banyak ilmu berhasil diserap dari bimtek. Seperti kertas koran bekas, ternyata dapat didaur ulang menjadi berbagai macam barang kerajinan yang menarik. Seperti aneka ragam bunga, vas bunga, tempat kue, tempat jelly dan masih banyak lagi.
Endang salah satu kader Bank Sampah, mengaku tak perlu Khawatir akan hasil karyanya nanti. Sebab, bagi karyanya yang dinilai bagus maka akan ditampilkan di setiap event pameran yang diselengarakan baik oleh DKP maupun Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kota Kediri.
“Tidak hanya ditampilkan pada saat pameran saja, DKP juga mempromosikan produk dan menginformasikan kegiatan pengurus Bank Sampah melalui media sosial seperti Facebook. Karena, kita punya komunitas FB Bank Sampah se-Indonesia,“ pungkasnya. (rif/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




