Sekdakab Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman (tiga dari kanan), saat pelepasan petugas Sensus Ekonomi 2026. Foto: Ist.
Mengingat pentingnya agenda ini, Sekda memberikan instruksi khusus kepada ribuan petugas yang akan turun ke lapangan. Ia mengingatkan bahwa valid tidaknya data yang didapat berada di tangan para petugas.
"Laksanakan tugas dengan profesional, jujur, objektif, dan disiplin. Jaga sikap santun saat berinteraksi dengan masyarakat karena kepercayaan masyarakat menjadi modal utama dalam menyukseskan pendataan,” tegasnya.
Pemkab Gresik sendiri menyatakan komitmen penuh untuk menyukseskan agenda ini. Langkah sosialisasi masif telah digencarkan melalui media sosial, podcast, majalah elektronik, website pemda, hingga koordinasi struktural ke tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan.
Senada dengan Sekda, Kepala BPS Kabupaten Gresik, Indriya Purwaningsih, menyebut Sensus Ekonomi 2026 sebagai proyek pendataan ekonomi terbesar dan paling komprehensif di Indonesia. Namun, ia menekankan bahwa kecanggihan sistem tidak akan berguna tanpa performa lapangan yang apik.
"Keberhasilan sensus tidak hanya ditentukan oleh desain metodologi maupun teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh kualitas kerja para petugas di lapangan," kata Indriya.
Indriya menginstruksikan agar seluruh petugas benar-benar menerapkan materi pelatihan dan mematuhi standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku selama mendatangi pelaku usaha dari rumah ke rumah.
"Kualitas data yang dihasilkan sangat bergantung pada dedikasi dan profesionalisme petugas di lapangan," pungkasnya.
Sebagai simbolis dimulainya pendataan lapangan, acara ditutup dengan pemasangan rompi sensus oleh Sekda Gresik kepada perwakilan petugas. (hud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




