BPBD Bojonegoro Prediksi 93 Desa Alami Kekeringan, Warga Diminta Hemat Air

BPBD Bojonegoro Prediksi 93 Desa Alami Kekeringan, Warga Diminta Hemat Air Ilustrasi

BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kekeringan mulai membayangi sejumlah wilayah di Kabupaten dengan 93 desa di 24 kecamatan diprediksi mengalami krisis air bersih pada musim kemarau tahun ini.

Mengantisipasi dampak , Badan Penanggulangan Bencana Daerah () meningkatkan langkah mitigasi, termasuk menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang mulai mengalami penurunan pasokan air.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana , Heru Wicaksi, mengatakan pemetaan daerah rawan telah dilakukan sejak awal tahun sebagai dasar penyusunan langkah antisipasi.

"Sebanyak 93 desa di 24 kecamatan diprediksi mengalami . Angka ini merupakan hasil mitigasi yang telah dilakukan sejak awal tahun," ujar Heru, Minggu (14/6/2026).

Meski demikian, mencatat adanya penurunan jumlah desa yang berpotensi terdampak dibandingkan musim kemarau tahun lalu.

Pada musim kemarau sebelumnya, tercatat sebanyak 106 desa mengalami .

"Jumlah ini menurun dibandingkan tahun lalu yang mencapai 106 desa terdampak ," katanya.

Heru menjelaskan, berkurangnya jumlah desa rawan tidak terlepas dari peningkatan akses layanan air bersih di sejumlah wilayah.

Pembangunan jaringan air bersih oleh pemerintah desa serta perluasan layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dinilai mampu menekan risiko .

Namun, mengingatkan seluruh pihak agar tetap waspada terhadap potensi perubahan kondisi di lapangan.

"Data mitigasi ini belum bisa memastikan jumlah akhir desa terdampak. Masih ada kemungkinan terjadi penambahan maupun pengurangan, tergantung kondisi di lapangan," jelasnya.

Heru menambahkan, prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan potensi musim kemarau yang lebih ekstrem pada tahun ini.

"Berdasarkan prediksi BMKG, tahun ini berpotensi terjadi musim kemarau yang lebih ekstrem. Karena itu, kami memperkirakan jumlah desa yang mengalami bisa bertambah," ungkap Heru.

juga mengimbau masyarakat untuk mulai melakukan langkah antisipasi sejak dini.

"Kami mengimbau masyarakat untuk lebih hemat dan bijak dalam menggunakan air, karena kondisi cuaca tahun ini diprediksi lebih parah dibandingkan tahun lalu," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Perahu Penyeberangan Tenggelam di Bengawan Solo, Belasan Warga Dilaporkan Hilang':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO