Menurutnya, kemabruran haji harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari setelah jemaah kembali ke Tanah Air.
“Haji merupakan perjalanan spiritual yang diharapkan melahirkan perubahan diri yang nyata. Karena itu, kemabruran haji harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, kepedulian terhadap sesama, semangat gotong royong, serta kontribusi positif bagi lingkungan. Dari sinilah lahir sukses peradaban yang menjadi salah satu cita-cita besar penyelenggaraan haji Indonesia,” ujar Ichsan.
Ia juga kembali mengingatkan seluruh jemaah agar tidak membawa air zamzam di dalam koper bagasi maupun koper kabin.
Pasalnya, air zamzam akan dibagikan kepada jemaah melalui debarkasi setelah tiba di Indonesia sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.
“Air zamzam yang menjadi hak jemaah telah disiapkan dan akan diterima setibanya di Tanah Air. Karena itu kami mengimbau seluruh jemaah untuk tidak menyimpan air zamzam di dalam koper guna menghindari kendala dalam proses pemeriksaan dan penerbangan,” tegasnya.
Selain itu, jemaah yang masih berada di Arab Saudi diminta menjaga kesehatan selama menunggu jadwal kepulangan.
Kondisi cuaca yang masih panas juga menjadi perhatian agar seluruh jemaah dapat menyelesaikan rangkaian ibadah dengan aman dan nyaman.
Ichsan turut mengajak jemaah untuk memperkuat kepedulian dan semangat saling membantu, terutama kepada kelompok rentan.
“Kami mengajak seluruh jemaah untuk saling menjaga dan saling membantu. Jika melihat ada jemaah yang membutuhkan bantuan, terutama lansia, penyandang disabilitas, atau jemaah yang sedang kurang sehat, jangan ragu untuk memberikan perhatian dan pertolongan. Semangat kebersamaan dan gotong royong yang tumbuh selama berhaji merupakan bagian penting dari kemabruran yang harus terus dijaga,” katanya.
Menurutnya, kemabruran haji seharusnya tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Perjalanan haji memang telah usai, tetapi pengabdian sebagai haji mabrur baru dimulai. Sukses peradaban dimulai dari hal-hal sederhana, seperti kepedulian kepada sesama, saling menghormati, menjaga ketertiban, dan menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar. Nilai-nilai inilah yang kami harapkan terus hidup, baik selama jemaah masih berada di Tanah Suci maupun setelah kembali ke Indonesia. Dengan demikian, kemabruran haji tidak hanya dirasakan oleh pribadi masing-masing, tetapi juga membawa kebaikan bagi masyarakat, bangsa, dan peradaban yang lebih baik,” pungkasnya. (msn/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




