Bendera negara yang mengikuti Piala 2026 yang dikibarkan warga Desa Gerongan Kabupaten Pasuruan
PASURUAN,BANGSAONLINE.com - Ratusan bendera negara peserta Piala Dunia 2026 berkibar di sepanjang jalan Desa Gerongan, Kecamatan Kraton menjelang bergulirnya turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Dari pintu masuk desa hingga gang-gang perkampungan, bendera berbagai negara dipasang berjajar dan menciptakan suasana layaknya kawasan tuan rumah ajang sepak bola dunia. Pemandangan itu menjadi daya tarik tersendiri bagi warga maupun pengguna jalan yang melintas.
Desa Gerongan bukanlah nama asing dalam tradisi sepak bola di Pasuruan. Kawasan pesisir tersebut telah lama dikenal sebagai "Kampung Gibol" atau kampung gila bola.
Setiap kali Piala Dunia digelar, warga secara swadaya menghias lingkungan dengan bendera negara-negara peserta sebagai bentuk dukungan sekaligus perayaan.
Bendera-bendera berukuran besar itu dipasang menggunakan tiang bambu setinggi 10 hingga 15 meter. Sejumlah negara favorit warga tampak mendominasi, di antaranya Brasil, Argentina, Portugal, Jerman, Prancis, dan Inggris.
"Sudah ada sekitar 35 bendera yang terpasang. Nanti kemungkinan masih bertambah," kata Samian, salah seorang pecinta sepak bola di Desa Gerongan.
Tradisi tersebut terbilang unik karena seluruh pembiayaannya berasal dari warga tanpa melibatkan sponsor maupun bantuan dari pihak lain.
Tidak ada dukungan dari perusahaan ataupun pemerintah. Warga secara sukarela mengeluarkan biaya pribadi untuk membeli dan memasang bendera negara yang mereka dukung.
Untuk satu bendera berukuran besar, warga harus merogoh kocek antara Rp300 ribu hingga Rp500 ribu. Nilai tersebut terbilang cukup besar bagi masyarakat pesisir yang mayoritas bekerja sebagai nelayan.
Tanpa kepanitiaan khusus, warga bergotong royong menyiapkan tiang bambu, memasang bendera, hingga menata lingkungan desa agar tampil semarak selama turnamen berlangsung.
Kegiatan tersebut menjadi ajang berkumpul bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai anak-anak hingga orang tua, untuk menikmati atmosfer Piala Dunia bersama-sama dari kampung nelayan di pesisir Pasuruan.
Sekretaris Desa Gerongan, Kashani, mengatakan tradisi pemasangan bendera selalu dilakukan warga setiap kali Piala Dunia digelar.
"Ini sudah menjadi kebiasaan warga setiap penyelenggaraan Piala Dunia. Antusiasmenya selalu tinggi dan menjadi bagian dari identitas desa," ujarnya.
Menurutnya, semarak Piala Dunia di Desa Gerongan tidak hanya terlihat dari banyaknya bendera yang dipasang, tetapi juga dari keterlibatan warga dalam mengikuti perkembangan turnamen.
Tradisi tersebut bahkan berlanjut selama kompetisi berlangsung. Bendera negara yang tersingkir akan diturunkan secara bertahap oleh para pendukungnya, sedangkan bendera negara yang masih bertahan akan terus berkibar hingga fase-fase akhir turnamen. (maf/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





