TULUNGAGUNG,BANGSAONLINE.com - Rumah dan kandang ternak milik warga di Desa Picisan, Kecamatan Sendang, terbakar pada Rabu (10/6/2026) dini hari akibat api dari pembakaran sampah yang merembet hingga menyebabkan kerugian sekitar Rp90 juta.
Kasi Operasional dan Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Tulungagung, Bambang Pidekso, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 03.55 WIB.
BACA JUGA:
- Monyet Lepas dan Serang Dua Warga Jombang, Damkar Butuh 1,5 Jam untuk Evakuasi
- Rumah di Kanor Bojonegoro Ludes Terbakar, Diduga Dibakar Anak Kandung Pemilik
- Damkar Kabupaten Kediri Padamkan Kebakaran Lahan Tebu di Kandat, Kerugian Ditaksir Belasan Juta
- Ular Piton 2 Meter Muncul di Pekarangan Rumah Warga, Damkar Pos Grogol Kediri Lakukan Evakuasi
Petugas kemudian bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan upaya pemadaman.
Untuk menangani kebakaran tersebut, DPKP Tulungagung mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran dan dua unit truk tangki pemasok air.
Jarak lokasi yang cukup jauh membuat petugas baru tiba di tempat kejadian sekitar pukul 04.35 WIB atau 40 menit setelah laporan diterima.
"Pagi tadi terjadi kebakaran yang menimpa sebagian rumah dan kandang ternak milik Mukono di Desa Picisan, Kecamatan Sendang, Tulungagung," kata Bambang Pidekso, Rabu (10/6/2026).
Saat petugas tiba di lokasi, api telah membakar sebagian bangunan rumah dan seluruh kandang ternak milik korban.
Kobaran api saat itu sudah membesar dan masuk kategori kebakaran skala sedang.
Petugas membutuhkan waktu sekitar 55 menit untuk memadamkan api. Proses pemadaman berhasil diselesaikan pada pukul 05.30 WIB.
Akibat kejadian tersebut, sebagian bangunan rumah, perabotan rumah tangga, satu ton gabah, pupuk padi, uang tunai Rp8 juta, serta enam ekor kambing hangus terbakar.
Total kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai Rp90 juta.
"Peristiwa kebakaran rumah dan kandang ternak di Desa Picisan masuk dalam kategori sedang dengan total kerugian mencapai Rp90 juta," ungkapnya.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melakukan identifikasi untuk mengetahui penyebab kebakaran.
Petugas juga meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk pemilik rumah.
Berdasarkan hasil penelusuran, kebakaran diduga bermula saat korban membakar sampah di dekat kandang ternak untuk mengusir nyamuk.
Namun, api yang semula terkendali justru membesar dan merembet ke kandang.
Kobaran api kemudian menyambar sebagian bangunan rumah hingga menyebabkan kebakaran yang lebih luas.
Petugas memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, enam ekor kambing milik korban dilaporkan mati akibat terbakar.
"Kami menghimbau agar masyarakat tidak membakar sampah secara sembarangan agar peristiwa serupa tidak lagi terjadi," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





