Tim BPBD Gresik membantu pencarian korban di bawah jembatan kereta api Dukuh Kalitangi, Surabaya. Foto: Ist.
Saksi mata kemudian langsung melaporkan kejadian tersebut melalui layanan darurat 112, yang direspons cepat dengan penerjunan tim penyelamat ke lokasi.
Miko, sapaan akrab Kabid Darlog BPBD Gresik, menjelaskan bahwa hingga sore hari personelnya terus melakukan penyisiran air menggunakan perahu Landing Craft Rubber (LCR) bermotor tempel.
"Tim mulai melakukan penyisiran di sekitar titik awal korban dilaporkan jatuh, sembari berkoordinasi dengan seluruh unsur SAR gabungan," jelas Miko.
Operasi kemanusiaan berskala besar ini melibatkan kolaborasi lintas wilayah dan sektor. Tim SAR gabungan terdiri dari BPBD Surabaya yang menerjunkan tim penyelam khusus, BPBD Kabupaten Gresik, Polsek Benowo, PMI Gresik dan RAPI Gresik, Relawan Gerpik serta warga setempat, dibantu Tim Penyelamat dari PT Freeport Indonesia.
Untuk memaksimalkan pencarian di sepanjang bantaran sungai, petugas menyebarkan informasi mengenai ciri-ciri fisik terakhir korban, antara lain bertubuh kurus dengan warna kulit sawo matang, dengan pakaian terakhir mengenakan jaket berwarna krem dan celana panjang hitam.
"Kondisi cuaca di lokasi hingga sore cukup cerah sehingga membantu visibilitas tim di lapangan. Kami bersama tim gabungan akan terus berupaya mencari korban hingga ditemukan,” pungkas Miko. (hud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




