Eko, petarung asal Desa Belotan, Kecamatan Bendo, Magetan, memenangkan pertandingan melawan Bunari dari kubu DKT Gank. Foto: ANTON/HB
Agus juga menambahkan bahwa atmosfer GOR Mageti dan militansi para pendukung menjadi bahan bakar utama bagi mental bertanding Eko di atas ring.
"Semangatnya luar biasa dari awal, apalagi didukung oleh pendukung yang luar biasa pula. Yang baru kami munculkan ini baru satu, sebenarnya masih banyak atlet-atlet potensial lainnya dari Belotan," imbuhnya.
Kejuaraan Mabox Shaduk Jotosh ini diharapkan tidak hanya menjadi panggung sesaat. Pihak manajemen PSHT Rayon Belotan membidik ajang ini sebagai pemantik semangat bagi generasi muda di wilayahnya untuk berani berprestasi di jalur formal.
"Harapannya, kemenangan ini menjadi motivasi bagi adik-adik di Belotan agar juga ikut berprestasi. Jangan mau kalah dengan para senior yang terus mengukir prestasi," imbuhnya.
Dengan suksesnya gelaran perdana ini, Mabox Shaduk Jotosh diproyeksikan akan menjadi salah satu kiblat baru olahraga ketangkasan dan bela diri di Karesidenan Madiun. (ton)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




