Irfan Yusuf, Menhaj
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaah haji Indonesia yang dinilai disiplin dan kooperatif selama menjalani rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada jemaah haji Indonesia atas ketertibannya dalam menjalani rangkaian ibadah haji. Terima kasih juga kepada seluruh petugas yang telah bekerja dengan penuh dedikasi. Semoga seluruh jemaah memperoleh haji yang mabrur,” katanya.
Menjelang fase pemulangan, jemaah diimbau untuk tetap menjaga kondisi kesehatan. Proses kepulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air dijadwalkan berlangsung secara bertahap mulai 1 hingga 30 Juni 2026.
“Jemaah kami imbau untuk tetap menjaga kesehatan, cukup beristirahat, dan mengikuti arahan petugas. Mulai 1 Juni, proses kepulangan jemaah ke Tanah Air akan berlangsung secara bertahap hingga 30 Juni,” lanjutnya.
Selain fokus pada proses pemulangan, Kementerian Haji dan Umrah juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan haji 1447 Hijriah sebagai bahan perbaikan untuk pelaksanaan ibadah haji tahun berikutnya.
Pada 29 Mei 2026, pemerintah Indonesia juga telah menerima informasi awal dan timeline penyelenggaraan haji 2027 dari Pemerintah Arab Saudi. Informasi tersebut akan menjadi dasar penyusunan berbagai persiapan operasional sejak dini.
Menurutnya, pengalaman penyelenggaraan haji 2026 menunjukkan bahwa persiapan yang dilakukan lebih awal memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran operasional dan kualitas layanan kepada jemaah.
“Evaluasi dan persiapan harus dilakukan sejak dini. Pengalaman tahun ini menunjukkan bahwa persiapan lebih awal memberikan dampak besar terhadap keteraturan, kualitas layanan, dan kesiapan seluruh unsur penyelenggara. Kita ingin penyelenggaraan haji 2027 menjadi lebih baik, lebih tertata, ramah lansia, serta semakin menghadirkan layanan yang aman dan membahagiakan jemaah,” tandasnya. (msn/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




