Ketegangan terjadi saat pendemo minta audiensi dengan Ketua DPRD Gresik Syahrul Munir pada 13 Mei di gedung utama DPRD Gresik. foto: ist.
GRESIK,BANGSAONLINE.com - Publik Gresik kembali dihebohkan dengan munculnya tagar #PrayForSyahrul di sejumlah grup media sosial setelah viral video Ketua DPRD Gresik M Syahrul Munir yang terpancing emosi dan mengajak pendemo berkelahi saat audiensi dengan pedagang kaki lima (PKL) korban gusuran Kali Avoor di Gedung DPRD Gresik pada 13 Mei 2026 lalu.
Tagar tersebut ramai muncul di berbagai grup media sosial, di antaranya grup Gresik Ceria dan Media Politik Gresik. Salah satu akun bernama Bili Binatua mengunggah foto Syahrul Munir disertai tulisan “#PrayForSyahrul”.
Dalam unggahannya, akun tersebut mengklaim Ketua DPRD Gresik justru menjadi korban provokasi oknum tertentu saat menghadapi massa aksi.
“Setelah melihat video lengkap, ternyata beliau adalah korban dijahati oleh oknum LSM dan para buzzer yang dijadikan proyek konten. Beliau rela menemui para pendemo yang rata-rata bukan pedagang asli Gresik, rela dicaci, dimaki dan dipancing emosinya hanya untuk diviralkan, tapi beliau tetap sabar. Ojok wedi cak, wong Gresik asli mendukungmu,” tulis akun tersebut seperti dikutip dari media sosial Gresik Ceria, Minggu (24/5/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden tersebut bermula saat para PKL korban gusuran Kali Avoor di Dusun Semambung, Desa Driyorejo, Kecamatan Driyorejo, kembali meminta audiensi dengan Ketua DPRD Gresik setelah bertahan hampir 40 hari di tenda depan kantor DPRD.
Ketegangan mulai terjadi ketika salah satu pendemo menarik tangan Ketua DPRD dan melontarkan kata-kata kasar.
Situasi kemudian memanas hingga terjadi aksi saling dorong antara pendemo dengan Ketua DPRD beserta ajudan dan sejumlah pegawai Sekretariat Dewan yang berusaha melerai.
Bahkan, ajudan Ketua DPRD yang akrab disapa Fero sempat terjatuh akibat dorongan massa. Petugas pengamanan dalam DPRD dan pegawai Setwan juga terus berupaya meredam situasi agar tidak terjadi bentrokan fisik.
Di tengah ketegangan itu, Syahrul Munir akhirnya terpancing emosi dan mengeluarkan pernyataan yang kemudian viral di media sosial.
“Nek gawe rusuh ojo ndek kene, nek ngajak gelut ojo nek kene, wong loro ta ayo sembarang,” ujar Syahrul dengan nada kesal.
Setelah situasi mereda, audiensi akhirnya tetap dilanjutkan. Dalam pertemuan tersebut, Syahrul didampingi anggota Fraksi PKB sekaligus anggota Komisi II DPRD Gresik Dimas Setio Wicaksono.
Syahrul menegaskan bahwa proyek normalisasi Kali Avoor dilakukan untuk kepentingan pembenahan kawasan secara menyeluruh. Menurutnya, pemerintah juga telah menyiapkan solusi relokasi bagi para pedagang terdampak.
“Akhirnya teman-teman saya ajak bertemu Pak Sekda, orang-orang pemkab juga saya dudukkan bersama dan saya santuni para PKL,” ujar Syahrul kepada para pendemo.
Ia juga menegaskan selama para PKL bertahan di depan Gedung DPRD, dirinya tidak pernah mengusir mereka bahkan tetap memberikan bantuan kemanusiaan.
“Selama 40 hari tinggal di DPRD tidak pernah saya usir, tidur di DPRD juga dipersilakan. Saya santuni, yang penting masyarakat bisa merasakan dan jangan sampai kelaparan,” katanya.
Menurut Syahrul, dirinya bahkan telah meminta Dinas Sosial membantu kebutuhan pokok para PKL yang bertahan di tenda sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan.
Terkait tuntutan pedagang untuk kembali menempati bantaran Kali Avoor, Syahrul menegaskan hal tersebut tidak memungkinkan karena proyek normalisasi tetap harus berjalan.
“Kalau mau kembali menempati bantaran Kali Avoor mohon maaf tidak bisa. Tapi kalau ingin relokasi yang diprioritaskan saya siap mendampingi. Sudah saya mintakan sewa murah dan pembayaran bertahap, tapi kalau meminta setahun gratis itu sudah di luar kemampuan,” pungkasnya.
Sebelumnya, DPRD Gresik juga telah menggelar audiensi bersama para PKL dan Pemerintah Kabupaten Gresik terkait tindak lanjut relokasi pasca pembongkaran kawasan PKL Kali Avoor.
Pertemuan yang digelar pada 9 April 2026 itu turut dihadiri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kepala DPUTR, Camat Driyorejo, Kepala Desa Driyorejo, Satpol PP, serta sejumlah anggota DPRD dari daerah pemilihan Driyorejo-Wringinanom. (hud/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




