Dugaan Kejanggalan Pengadaan Ambulans Desa Tamansari Pasuruan, Selisih Rp195 Juta Disorot LSM

Dugaan Kejanggalan Pengadaan Ambulans Desa Tamansari Pasuruan, Selisih Rp195 Juta Disorot LSM Imam Rusdian

PASURUAN,BANGSAONLINE.com - Dugaan kejanggalan pengadaan mobil ambulans Desa , Kecamatan Wonorejo, mencuat setelah muncul selisih pembayaran sebesar Rp195 juta yang belum memiliki kejelasan.

Sebab, dokumen dari pihak penyedia, nilai kontrak pengadaan ambulans pada tahun anggaran 2025 tercatat sebesar Rp265 juta.

Namun hingga saat ini, pembayaran yang diterima PT Putra Perdana Indoniaga baru sebesar Rp70 juta meski unit kendaraan telah diserahkan kepada pihak desa.

"Saya sebagai warga berhak curiga atas dugaan penyelewengan sisa anggaran dari 265.000.000 namun hanya nominal 70.000.000 yang baru di terima," kata warga yang enggan disebut namanya.

Warga menilai persoalan tersebut memperlihatkan pengelolaan dana dan aset fisik yang tak transparan.

"Kami ingin pihak Kepala Desa beserta staf desa harus tranparan masalah ke uangan yang berhubungan dengan negara karena ini akam menimbulkan masalah besar jika ada pihak lain tidak tranpasaran dalam Administrasi," cetusnya.

Sementara itu, Ketua LSM Cakra Berdaulat Imam Rusdian menyatakan persoalan tersebut harus ditelusuri.

Menurutnya, persoalan itu tidak lagi sekadar menyangkut administrasi atau pembayaran.

“Kalau asetnya sudah tidak jelas keberadaannya, maka ini bukan hanya soal administrasi atau pembayaran, tetapi sudah menyentuh tanggung jawab hukum yang harus ditelusuri secara menyeluruh,” kata dia, Minggu (17/5/2026).

"Jika terdapat indikasi awal kerugian keuangan negara maka aparat penegak hukum wajib bergerak. Penyelidikan tidak boleh menunggu tekanan publik yang lebih besar,” tambahnya.

Menurutnya, seluruh alur penggunaan anggaran dan keberadaan aset harus dibuka secara transparan kepada publik.

Pihaknya juga mendesak Inspektorat Kabupaten segera melakukan audit investigatif secara menyeluruh.

"Kami bersama warga menginginkan kepada Pihak Insprektorat Kabupaten segera melakukan tindakan audit Investigasi menyeluruh,dan saya minta apabila memang terbukti ada penggunaan uang negara tidak pada semestinya segera ditindaklanjuti," pungkasnya.

Hingga berita ini dimuat, Kepala Desa belum memberikan keterangan resmi terkait status pembayaran maupun keberadaan unit mobil ambulans tersebut. (ard/van)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Penuhi Air Bersih Warga, Pemdes Krandegan Sukseskan Program SPAM dari PUPR':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO