Foto: Marc Fleury
Kecepatan yang Tak Masuk Akal
Meski menahan rasa sakit yang menusuk, data menunjukkan betapa luar biasanya talenta pembalap Spanyol ini. Di babak kualifikasi (Q1) Le Mans, ia sempat memecahkan rekor lintasan dan hampir meraih pole position sebelum akhirnya terjatuh.
"Saya bisa cepat, tapi saya berkendara setengah detik lebih lambat dari limit saya yang sebenarnya. Saat saya mencoba memaksakan diri, bahu ini tidak sinkron dengan otak. Anda bisa melihatnya sendiri di data," ungkap Marquez kepada manajer umum Ducati, Gigi Dall’Igna.
Belajar dari Masa Lalu
Keputusan untuk segera naik meja bedah diambil Marquez sebagai bentuk kedewasaannya. Ia tidak ingin mengulangi kesalahan fatal tahun 2020, di mana ia memaksakan kembali membalap terlalu cepat yang berujung pada penderitaan fisik selama empat tahun.
"Saya sudah belajar dari pengalaman itu," tegasnya kepada Dall’Igna.
Operasi pengangkatan sekrup dan pembersihan area saraf tersebut telah dilakukan pada Minggu lalu. Kini, pembalap berjuluk The Baby Alien tersebut fokus pada pemulihan. Ia dijadwalkan akan kembali beraksi di GP Italia dalam dua minggu ke depan, atau paling lambat pada GP Hungaria, 7 Juni mendatang.
Dunia MotoGP kini menanti: akankah Marc Marquez kembali dengan kekuatan penuh (dua lengan utuh) untuk mendominasi sisa musim 2026?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




