Penyebab Marc Marquez Pingsan Usai Kecelakaan di Le Mans: Saya Balapan dengan Satu Setengah Lengan

Penyebab Marc Marquez Pingsan Usai Kecelakaan di Le Mans: Saya Balapan dengan Satu Setengah Lengan Foto: Marc Fleury

LE MANS, BANGSAONLINE.com akhirnya membuka tabir mengenai kondisi fisiknya yang sebenarnya. Setelah kecelakaan di sprint race GP Prancis akhir pekan lalu, sebuah video mengharukan bertajuk ‘Inside-’ mengungkap realitas pahit sang juara dunia bertahan, yang ternyata selama ini membalap dalam kondisi cacat fungsional.

"Saya membalap hanya dengan satu setengah lengan," akui Marquez sambil terisak di kursi pitnya.

Misteri Hilangnya Tenaga di Lengan Kanan

Meski sempat tampil kompetitif di awal musim 2026 setelah pulih dari cedera bahu tahun lalu, Marquez merasa ada yang tidak beres dengan GP26 miliknya. Ia mengeluh kesulitan mendapatkan posisi ideal untuk menjinakkan tenaga motornya.

Setelah pemeriksaan mendalam pasca-GP Spanyol (27 April), dokter menemukan penyebab medis yang mengejutkan. Sebuah sekrup lama hasil operasi tahun 2019 di bahu kanannya ternyata telah bengkok. Celakanya, sekrup tersebut menyentuh saraf radial pada posisi gerak tertentu. Hal ini menyebabkan lengan kanan Marquez kehilangan tenaga secara mendadak selama beberapa milidetik saat bermanuver di lintasan.

Rencana yang Berubah di Le Mans

Awalnya, Marquez dan tim medis sepakat untuk merahasiakan masalah ini dan baru akan menjalani operasi setelah GP Catalunya. Namun, kecelakaan di Le Mans yang menyebabkan patah tulang kecil di jari kaki kanannya mengubah segalanya.

Bukannya meratapi nasib, Marquez justru melihat cedera kaki tersebut sebagai "kesempatan" untuk mempercepat prosedur operasi bahunya. Ia memutuskan untuk melewatkan balapan di Barcelona demi menyelesaikan masalah saraf yang selama ini menghambat performanya.

Kecepatan yang Tak Masuk Akal

Meski menahan rasa sakit yang menusuk, data menunjukkan betapa luar biasanya talenta pembalap Spanyol ini. Di babak kualifikasi (Q1) Le Mans, ia sempat memecahkan rekor lintasan dan hampir meraih pole position sebelum akhirnya terjatuh.

"Saya bisa cepat, tapi saya berkendara setengah detik lebih lambat dari limit saya yang sebenarnya. Saat saya mencoba memaksakan diri, bahu ini tidak sinkron dengan otak. Anda bisa melihatnya sendiri di data," ungkap Marquez kepada manajer umum , Gigi Dall’Igna.

Belajar dari Masa Lalu

Keputusan untuk segera naik meja bedah diambil Marquez sebagai bentuk kedewasaannya. Ia tidak ingin mengulangi kesalahan fatal tahun 2020, di mana ia memaksakan kembali membalap terlalu cepat yang berujung pada penderitaan fisik selama empat tahun.

"Saya sudah belajar dari pengalaman itu," tegasnya kepada Dall’Igna.

Operasi pengangkatan sekrup dan pembersihan area saraf tersebut telah dilakukan pada Minggu lalu. Kini, pembalap berjuluk The Baby Alien tersebut fokus pada pemulihan. Ia dijadwalkan akan kembali beraksi di GP Italia dalam dua minggu ke depan, atau paling lambat pada GP Hungaria, 7 Juni mendatang.

Dunia kini menanti: akankah kembali dengan kekuatan penuh (dua lengan utuh) untuk mendominasi sisa musim 2026?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Panitia Lokal Sirkuit Mandalika Diduga Unboxing Motor Ducati Secara Ilegal':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO